Cara Kerja Sistem Tubuh Merawat Luka Yang Patut Kalian Ketahui

Luka pada kulit bisa berupa sayatan maupun bukaan di kulit. Dapat berupa goresan atau memar bahkan berlobang akibat tusukan jarum.

Goresan besar, memar, maupun luka sayatan terkena pisau dapur, ataupun kecelakaan lainnya, bahkan sayatan bedah yang dilakukan oleh dokter juga merupakan luka. Sehari hari kita mungkin mendapatkan luka dari aktivitas kita. Oleh karenanya kita harus tahu bagaimana proses pemulihan luka.

Tubuh kita memiliki sistem yang kompleks dalam penyembuhan luka kulit. Setiap tahapan penyembuhan diperlukan perhatian agar luka lekas sembuh bahkan hilang. Dalam prosesnya tubuh kita bekerja terus menerus untuk menyembuhkan luka. Oleh sebab itu, ketika luka tidak segera ditangani, maka terjadi infeksi yang memperparah luka tersebut.

Terdapat tiga tahapan yang dapat kita lakukan agar luka segera sembuh dan hilang:

1. Menghentikan pendarahan

2. Mempertahankan dan membersihkan bagian luka

3. Memperbaiki dan menyembuhkan

Menghentikan pendarahan

Dalam istilah medis penghetian pendarahan disebut juga dengan hemostatis. Ketika kita mendapat luka berupa sayatan, goresan atau luka kulitnya, biasanya terjadi pendarahan. Tahapan pertama dalam penyembuhan luka adalah penghentian pendarahan. Darah akan menggumpal beberapa detik atau menit setelah terjadi luka. Penggumpalan darah ini merupakan penggumpalan yang baik, yang membantu mengentikan pendarahan dan menutup luka secara alami,

Penggumpalan dan pembekuan darah secara alami otomatis dilakukan oleh tubuh ketika mendapat luka. Adapun mekanisme tubuh sebegai berikut

a. penyempitan pembuluh darah di sekitar luka, yang mana membantu menghentikan pendarahan

b. trombosit yang merupakan sel pembekuan darah akan menggumpal untuk menyumbat luka

c. pembekuan melibatkan protein yang disebut fibrin, berfungsi menjadi semacam “lem darah” yang membuat trombosit tetap di tempat.

Ketika sudah tidak tejadi pendarahan, tubuh memulai pembersihan dan penyembuhan luka. Pertama pembuluh darah di sekitar luka yang sebelumnya menyempit terbuka sedikit demi sedikit untuk mengalirkan darah. Ketika ini terjadi daerah disekitar luka akan terlihat membengkak dan merah dan jika disentuh akan terasa sedikit bahkan hangat. Hal ini merupakan hal biasa, jangan panik, semua itu berarti tubuh kita memulai fase perbaikan.

Darah segar yang dipompa dari jantung membawa oksigen dan nutrisi bagi luka dalam proposi yang tepat. Beitu juga kehadiran sel darah putih yang membawa macrophages di sekitar luka. Macrophages membantu pembersihan atas kuman kuman yang masuk ketika terjadi luka. Juga mengeluarkan cairan alami yang membantu memperbaki area luka. Kadang akan terlihat ada cairan bening di sekitar luka. Hal ini merupakan pertanda bahwa sel darah putih sedang bekerja menumpas kuman kuman dan memperbaiki luka.

Setelah area luka bersih dan stabil, tubuh mulai membangun kembali jaringan yang terpotong atau tergores. Sel darah merah yang kaya oksigen membuat jaringan baru. Hal ini seperti kontruksi bangunan, namun yang berbeda bahwa bangunan ini adalah tubuh ada sendiri.

Sinyal kimia dalam tubuh memerintahkan sel sel di sekitar luka untuk membuat jaringan elasti yang disebut Collagen. Hal ini yang membantu memperbaiki kulit dan jaringan di tempat luka. Collagen itu seperti scaffolding yang mana sel sel dapat membangun jaringan. Pada tahap ini luka akan terlihat merah ke merah muda dengan jaringan kulit baru yang masih tipis. Walaupun luka sudah terlihat jaringan baru yang bewarna merah ke merah muda. Tubuh tetap dalam proses perbaikan dan penguatan area luka.

Menurut John Hopkins Medicine, sekitar tiga bulan sebuah luka selesai diperbaiki. Namun tetap berbeda jenis dan lebar luka, berbeda pula lama proses penyembuhannya. Untuk mempercepat proses alami tubuh kita bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menghentinkan segera mungkin pendarahan, apabaila area luka sangat lebar dan dalam akan ada kemungkinan pembuluh darah besar juga mengalami kerusakan. Jika sampai kehilangan terlalu banyak darah dapat mengakibatkan otak kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan tubuh lemas, pingsan bahkan kematian

2. Bersihkan area luka dengan cairan antiseptik. Sebelum luka kita balut maka sebaiknya luka itu dibersihkan suapaya kuman- kuman tidak masuk ke dalam tubuh. Dan untuk menghindari terjadinya infeksi yang memperparah luka.

3. Balut luka dengan kain kasa atau baind aids yang bisa kita beli di warung atau apotik terdekat. Pembalutan luka berfungsi untuk menghindari luka tegores atau terkoyak kembali karena aktivitas kita

4. setelah luka sembuh, kadang meninggalkan bekas yang tidak sedap dipandang lakukan perawatan dengan krim yang mengandung collagen. Sehingga dapat menghilangkan bekas luka dan membuat kulit lebih lembut dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi