Awas Sinar Biru Dapat Menyebabkan Penuaan Dini

Benarkah Sinar Biru Membahayakan Kesehatan Kulit?

Beberapa dekade silam, hal yang paling mengkhawatirkan manusia akan kesehatan kulitnya adalah kerusakan akibat paparan sinar UV A dan UV B yang dipancarkan oleh matahari. Namun dalam dekade ini, ilmuwan menemukan bahwa bukan hanya sinar yang dipancarkan oleh matahari saja yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan menyatakan bahwa sinar biru (blue light)- yang dipancarkan bukan hanya oleh matahari namun juga gadget yang seahari-hari menemani aktivitas manusia dapat merusak kesehatan kulit.

Apa Sih Sinar Biru?

Sinar biru atau blue light merupakan salah satu irisan dalam spektrum cahaya yang kasat mata (380 sampai nanometer) yang merupakan bagian dari pancaran sinar matahari. Namun sinar biru tidak hanya berasal dari matahari saja. Layar smartphone, komputer dan sebagainya juga memancarkan sinar biru. Walaupun paparan sinar biru yang diterima manusia kebanyakan bersumber dari sinar matahari sebagaimana yang dinyatakan oleh American Academy of Ophthalmology. Namun riset yang dipublikasikan oleh Nielsen pada Juli 2018, menyebutkan bahwa rata-rata orang Amerika menghabiskan lebih dari 11 jam perhari di depan layar, orang-orang sekarang lebih banyak terpapar sinar biru dari generasi sebelumnya, yang mana menjadikan hal ini mengkhawatirkan. Angka-angka itu akan meningkat seiring berjalannya waktu, terlebih ketika dunia dilanda pandemi COVID-19 yang membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan monitor.

Kenapa Sih Sinar Biru Berbahaya?

Para ilmuwan tahu bahwa sinar biru baik yang berasal dari matahari maupun gadget dapat menyebakan mata menjadi tegang. Sebuah jurnal yang terbit pada Desember 2018 di International Journal of Ophthalmology menemukan bahwa dalam spektrum sinar yang kasat mata, jika energi sinar biru cukup besar yang berada di gelombang antara 415 dan 455 mampu menembus kornea dan lensa mata menuju retina mata. Yang mana hal itu akan menyebabkan mata terasa kering, katarak dan permasalah mata yang seharusnya ditemui hanya pada lansia.

Lalu Soal Bahaya Sinar Biru Bagi Kulit?

Sayangnya masih belum cukup penelitian yang bisa menjadi konsensus di antara para ilmuwan mengenai dampak sinar biru bagi kesehatan kulit. Namun sudah ada peneletian-penelitian awal yang dapat dijadikan acuan awal mengenai bahaya sinar biru bagi kulit. Dalam Jurnal yang telah dipublikasikan menyebutkan bahwa orang dengan kulit gelap yang terpapar sinar biru pada kulitnya terlihat sedikit membengkak, kemerahan daripada orang yang berkulit putih dengan paparan yang sama. Selain itu penetrasi sinar biru ke kulit dapat mengakibatkan reaksi pada oksigen yang mana akan bermuara pada kerusakan DNA dan meruntuhkan Collagen beserta senyawa fiber. Merujuk pada sebuah peneliatan yang dipublikasikan di Oxidative Medicine and Cellular Longevity menemukan bahwa terdapat hubungan antara paparan sinar biru dengan produksi radikal bebas dalam kulit yang dapat dikaitkan dengan penuaan dini.

Gimana Cara Merawat Kulit yang Tepapar Sinar Biru?

Dikarenakan sinar biru mengakibatkan raksi pada oksigen yang menyebabkan Collagen hancur. Hal yang dapat dijadikan treatment adalah dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung vitamin C. Vitamin C dapat ditemui pada produk perawatan kulit yang berupa serum. Selain itu yang mengandung Iron Oxide. Dalam peneliatan menemukan bahwa vitamin C dapat membantu proses pencegahan photo-aging dan hyperpigmentation, sedangkan dalam penelitian lainnya menunjukkan bahwa iron oxide membantu mengurangi sensitivitas pada sinar biru.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi