Jamur Pada Kuku Begini Cara Perawatannya

Merasa jengah dengan kuku yang berjamur? Jamur kuku adalah kondisi yang sehari-hari yang bisa terjadi pada siapa saja. Simak tips-tips berikut supaya jamur tidak hinggap lagi di kuku.

Segala jenis jamur suka dengan tempat yang gelap dan lembab, oleh karena itu kaki merupakan tempat biasanya jamur muncul. Jamur baik pada kuku maupun kaki secara umum merupakan kondisi yang lumrah terjadi. Keduanya berasal dari jenis jamur yang sama.

Penyebab Jamur Pada Kuku

Jamur kuku merupakan infeksi yang berasal dari jamur yang menyerang pada kuku jari. Hal itu terjadi ketika jamur masuk ke bantalan kuku yang diakibatkan oleh luka pada sekitar kuku. Jamur dapat memaksa masuk ke dalam kuku dan kemudian tumbuh di kuku. Ketika kuku pertama kali terinfeksi dengan jamur hal itu tidak akan nampak mata. Namun beberapa hari atau minggu ketika jamur sudah tumbuh kembang, akan terjadi perubahan warna pada kuku yang terifenksi.

Berdasarkan hasil penelitian jamur kuku adalah hal yang lumrah, sekitar empat belas persen orang pernah mengalaminya. Dan semakin bertambah umur maka semakin besar pula kemungkinan terinfeksinya. Memakai sepatu yang terlalu sempit dapat merusak kuku dan menyebabkan jamur mudah menyerang. Selain itu jika memiliki penyakit diabetes dan sistem ketahanan tubuh yang lemah, maka kuku akan lebih mudah terinfeksi jamur.

Pertanda Kuku Terserang Jamur

Ketika terinfeksi jamur, kuku akan cenderung menebal, berubah warna menjadi kuning, cokelat atau kehitam-hitaman, dan juga menjadi rapuh. Biasanya ketika terinfeksi jamur. kuku tidak terasa begitu sakit. Namun ketika kuku menebal dan menekan kulit dapat menyebabkan rasa sakit.

Perawatan Jika Terkena Jamur Kuku

Jika merasa kuku telah terinfeksi jamur sebaiknya periksakan ke dokter. Dokter akan menilai apakah itu memang akibat jamur atau masalah lainnya. Seperti infeksi kulit di sekitar kuku yang diakibatkan kuku menekan kulit. Bisa pula kuku mengalami kerusakan dan terjadi pendarahaan di bantalan kulit. Jika memang terjadi akibat jamur, maka dokter biasanya akan merekomendasikan langkah-langkah berikut:

  • Memotong Kuku pemotongan kuku biasanya disertai dengan pengobatan, namun ketika dokter yang melakukan pemotongan biasanya sangat membantu dalam penanganan dan mempercepat penyembuhan. Hal tersebut dikarenakan seiring waktu kuku menjadi sangat tebal dan sulit untuk memotong sendiri.
  • Peresepan Obat Dalam dokter biasanya akan memberikan resep obat untuk diminum seperti Terabinafine yang dikonsumsi setiap hari selama tiga bulan. Obat semacam ini 70% lebih keampuhannya. Namun perlu diperhatikan obat ini juga memiliki efek samping. Sehingga pengidap penyakit hati atau yang mengonsumsi obat yang menyasar pada hati tidak dapat menggunakan obat jenis ini. Jika memiliki penyakit bawaan seperti itu, dokter akan memberikan Itraconazole yang lebih aman namun dengan tingkat keampuhan 50%.
  • Peresepan Obat Oles dokter juga akan meresepkan obat yang dioleskan ke kuku seperti Efinaconazole. Obat jenis ini memiliki tingkat keampuhan 50%. Penggunaan obat oles memiliki kekurangan sendiri terutama bagi yang suka mewarnai kuku tidak bisa dilakukan selama menggunakan obat oles.
  • Pencabutan Kuku terkadang dokter akan menyarankan untuk dilakukan pencabutan kuku. Namun jika dilakukan metode ini terdapat kemungkinan kuku tidak dapat tumbuh kembali. Bisa juga kuku tumbuh kembali dengan sehat, atau bisa pula tumbuh kembali dengan masih bersama jamur-jamur.
  • Mengabaikan jika jamur di kuku tidak menyebabkan rasa nyeri atau sakit. Sebaiknya abaikan atau jika terlihat kurang enak dilihat tutupi dengan cat kuku.

Cara Mencegah Jamur Kuku

  • Mempraktikan pola hidup sehat, seperti menjaga kaki tetap bersih
  • Mencuci sepatu, keringat yang dihasilkan kaki ketika memakai sepatu akan menyebabkan sepatu menjadi lembab. Oleh karena itu cuci sepatu seminggu sekali.
  • Memakai sepatu dengan ukuran pas, sering kali orang memakai sepatu yang tidak pas ukuran. Sepatu yang kekecilan atau kebesaran dapat merusak kuku kaki.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi