Apakah Molnupiravir Mampu Menyembuhkan Covid-19?

Dalam pencarian pengobatan Covid-19 yang efektif, banyak obat yang sebelumnya dipercaya mampu menyembuhkan Covid-19 ternyata berguguran. Pada percobaan terakhir, terlihat perkembangan yang positif mengenai obat minum antiviral molnupiravir. Obat ini pada percobaan terkini mampu untuk mengurangi angka kematian dan perawatan di rumah sakit bagi orang yang terinfeksi sars-cov-2.

Sebuah percobaan global yang dipelopori oleh perusahaan obat Merck, menemukan bahwa obat antiviral yang sedang diuji coba yang bernama Molnupiravir dapat mengurangi resiko masuk rumah sakit bahkan kematian yang diakibatkan oleh penyakit covid-19 sebesar 50%.

walaupun uji coba ini dilakukan dalam sekala kecil, hasil yang positif ini membuat negara-negara berburu untuk menjamin suplai obat ini.

Dalam ujicoba fase 3 yang di acak, ilmuwan memberikan molnupiravir dan placebo pada 775 orang. Semua partisipan telah terdiagnosis positif sars-cov-2 dan mengalami gejala ringan ke sedang tidak lebih dari lima hari terakhir.

Setiap pastisipan memiliki satu faktor resiko pemberat covid-19 namun belum dirujuk ke rumah sakit. Faktor resiko antara lain obesity, diabetes, penyakit jantung dan umur lebih dari 60 tahun.

Para ilmuwan mengalokasikan setiap 775 partisipan ke dalam dua kelompok yang dipilih secara acak. Satu kelompok mendapatkan molnupiravir dan kelompok lainnya berupa placebo. Partisipan meminum dua kapsul sehari dua kali selama 5 hari berturut-turut.

Dari 385 partisipan yang meminum molnupiravir, sebanyak 28 diantaranya dirujuk ke rumah sakit dibandingkan 58 partisipan dari kelompok yang meminum placebo. Delapan partisipan dari kelompok placebo meninggal dunia, sedangkan semua partisipan dalam kelompok yang meminum molnupiravir tidak ada yang meninggal selama penelitian berlangsung.

Rekrutmen untuk penelitian tersebut saat ini dihentikan karena hasil yang positif pengobatan menggunakan molnupiravir. Pembuat obat, Merck sedang mengajukan emergency use authorization dari Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat.

Kementrian Kesehatan Singapura telah menandatangani nota pembelian molnupiravir, dan Badan Kesehatan Eropa sedang mempertimbangkan untuk membeli obat tersebut.

Apa itu molnupiravir?

Molnupiravir termasuk ke dalam kelas antiviral yang disebut mutagenic ribonucleosides. Hal ini mengubah material gen viral dan memunculkan eror untuk mencegah replikasi dan transcription gnome virus.

Di dalam sel inang, molnuporavir diubah menjadi molnupiravir triphosphate. Sehingga ketika virus mencoba untuk mereplikasi diri, molnupiravir thriphosphate yang dimasukkan ke virus bukannya nucleoside cytidine, menyebabkan terjadinya mutasi.

Mutasi tersebut menjadikan virus tidak dapat mereplikasi. Hal ini membuat virus di tubuh berada dalam kadar yang rendah dan oleh karenanya mengurangi keparahan akibat penyakit covid-19.

Obat lain yang juga menggangu RNA virus menunjukkan potensi untuk mengobati covid-19. Remdesivir, obat yang diberikan secara intravenously yang menginterfensi enzim penting RNA virus, menunjukkan keampuhan.

Walaupun Badan Pangan dan Obat Amerika telah menyetujui penggunaan Remdesivir, WHO sudah tidak lagi merekomendasikannya sebagai obat untuk pasien covid-19 dikarenakan kurangnya bukti.

Kelebihan dari molnupiravir yang tidak dimiliki oleh obat sejenis adalah obat ini berbentuk tablet sehingga pasien bisa mengonsumsinya diluar ruang klinis.

Keamanan

Meskipun banyak yang optimis dengan hasil penelitian mengenai molnupiravir, beberapa ahli menyuarakan perhatian pada keamanan obat yang membuat virus bermutasi.

Oleh karena molnupiravir membuat mutasi pada RNA virus, terdapat ketermungkinan hal ini juga membuat mutasi pada sel inang. Sebuah penelitian menunjukkan terdapat mutasi pada sel mamalia yang berikan molnupiravir.

Hal ini membuat was-was bahwa ada kemungkinan obat ini malah menyebabkan kanker atau birth abnormalities.

Molnupiravir mungkin obat yang kita tunggu untuk melawan covid-19, namun hasil penelitian yang belum konklusif membuat kita harus tetap berhati-hati

Jangan lupa jaga jarak, pakai masker dan segera lakukan vaksinasi