Ketahui Apa Itu Menopause. Bagaimana Menyikapinya

Pada negara berkembang seperti Indonesia menopause biasanya dimulai pada usia 40 hingga 58 tahun. Namun di negara pertama atau negara maju seperti Amerika Serikat, menopause rata-rata dimulai usia 52 tahun. Pada beberapa orang, mungkin akan dimulai lebih awal karena kondisi medis atau pengobatan tertentu seperti pengangkatan rahim.

Di masa menopause, banyak perempuan yang mengalami gejala seperti keringat malam, vagina mengering, berkurangnya dorongan seksual. Selain hal itu bisa juga mengganggu mental seseorang, seperti cemas dan mood berubah.

Gejala-gejala ini bisa juga dirasakan sebelum menstruasi berakhir dan mungkin juga bertahan hingga beberapa tahun. Akibat yang ditimbulkan pada kualitas kehidupan seseorang bisa dari ringan ke berat. Walau demikian, ada cara untuk mengatur gejala ini.

Setiap orang akan mengalami menopause berbeda-beda. Ada yang merasa bahwa memasuki menopause seorang perempuan menjadi kurang beharga, adapula yang merasa lega karena tidak harus lagi mengurus menstruasi atau harus meminum pil KB.

Menjaga diet yang sehat dan berolahraga secara rutin dapat membantu seseorang merasa lebih baik dan dapat mendorong kesehatan seseorang lebih baik dalam jangka panjang. Untuk kamu yang mengalami gejala-gejala menopause, pengobatan atau perawatan untuk mengurangi gejala yang tidak mengenakkan itu tersedia. Hubungi dokter BPJS kamu.

Gejala-Gejala

Pada masa sekitar menopause, berbagai perubahan baik secara fisik maupun mental dapat muncul, yang mengakibatkan gejala-gejala perlu diperhatikan. Yang mana akan mengurangi kemungkinan untuk hamil.

Menstruasi Yang Tidak Teratur, tanda pertama dari menopause biasanya adalah menstruasi yang tidak teratur. Mungkin bisa lebih atau berkurang siklus menstruasi itu dengan biasanya.

Jika kamu merasa concern dengan siklus menstruasi kamu, sebaiknya segera ke dokter, karena perubahan ini bisa berarti kamu hamil atau kamu memiliki permasalahan kesehatan lainnya.

Vagina Kering dan Terasa Tidak Nyaman, vagina kering, gatal dan ketidaknyamanan lainnya mungkin dimulai masa perimenopause dan bisa berlanjut hingga masa menopause. Seseorang yang memiliki gejala ini biasanya mengalami pula lecet pada vagina dan merasa tidak nyaman ketika vaginal seks. Selain itu jika lecet ini tidak segera ditangani bisa berakibat infeksi.

Atrophic vaginitis, yang mana mengakibatkan penipisan, pengeringan dan peradangan pada dinding vagina, kadang muncul ketika menopause. Hal ini bisa ditangani dengan penggunaan pelumas vagina ketika berhubungan seks.

Hot Flashes, merupakan gejala yang wajar ketika menopause. Hal ini mengakibatkan seseorang merasakan sensasi panas pada bagian tubuh atas secara mendadak. Sensasi ini bisa dirasakan pada area wajah, leher, dada dan bisa dirasakan dari bagian bawah seperti dada dan naik ke atas atau sebaliknya dari wajah ke bawah.

Hot flashes bisa juga menyebabkan keringat bisa juga biang keringat atau kemerahan pada kulit. Beberapa orang mungkin akan mengalami keringat malam, atau rasa dingin yang tiba-tiba. Hot flashes biasanya muncul pada tahun pertama setelah menstruasi berakhir, namun hal ini bisa berlanjut hingga 14 tahun setelah menopause.

Gangguan Tidur dapat muncul juga ketika menopause, yang merupakan cabang dari cemas, keringat, dan meningkatnya frekuensi kencing.

Banyak berolahraga dan menghindari makan berat sebelum tidur dapat membantu mengatasi masalah ini, namun jika hal ini tetap berlanjut segera hubungi dokter.

Perubahan Emosi seperti depresi, cemas, mood yang tidak baik merupakan hal yang biasa ketika menopause. Bukan hal yang aneh untuk merasa risih atau merengek-rengek.

Perubahan Hormon dan gangguan tidur dapat memperkuat masalah ini. Selain itu merasa sedih akan dorongan seksual yang tidak sekuat dahulu atau tidak akan bisa hamil lagi dapat menguatkan depresi ketika menopause.

Ketika merasakan kesedihan, risih dan capai merupakan hal yang wajar ketika menopause, bukan berarti hal itu adalah depresi. Namun jika kamu merasakan hal-hal itu selama dua minggu berturut-turut kamu sebaiknya segera ke dokter.

Susah Berkonsentrasi dan Sering Lupa, merupakan gejala yang dialami dua pertiga perempuan yang menopause. Tetap beraktifitas sebagaimana biasanya adalah kunci utama, selain itu menjaga diet yang sehat.

Perubahan Fisik, terdapat beberapa perubahan secara fisik ketika kamu menopause, seperti:

  • Penumpukan lemak di sekitar perut.
  • Penambahan berat badan.
  • Perubahan warna, tekstur dan volume rambut.
  • Payudara kendor
  • Sering buang air kecil

Namun perlu digaris bawahi bahwa keterkaitan menopause dengan perubahan fisik masih belum jelas.

Naiknya Resiko Kesehatan, setelah menopause resiko masalah kesehatan tertentu akan meningkat. Menopause bukan menjadi penyebab hal ini, melainkan perubahan hormon seseorang.

Osteoporosis, merupakan kondisi ketika kekuatan dan density tulang menurun. Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen vitaminn D.

Penyakit Jantung, American Heart Association menyebutkan bahwa penurunan estrogen karena menopause dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

Kanker Payudara, beberapa tipe kanker payudara lebih mungkin berkembang setelah menopause. Menopause sendiri tidak menyebabkan kanker payudara, melainkan perubahan hormon.

Siklus Menopause, menopause terbagi kedalam tiga tahapan:

  • Perimenopause: ini merupakan masa transisi sebelum menopause yang termasuk dalam 12 bulan setelah menstruasi terakhir.
  • Menopause: dimulai sekitar 12 bulan setelah menstruasi atau setelah menstruasi berhenti karena pengangkatan rahim.
  • Postmenopause: masa setahun setelah menopause, walau demikian hal ini sulit untuk diketahui kapan sebenarnya dimulai.

Treatment

Menopause bukanlah gangguan kesehatan melainkan siklus transisi alamiah. Sebagaimana remaja yang mengalami awal menstruasi. Namun dikarenakan efek yang mungkin dapat mengganggu kualitas kesehatan seseorang terdapat beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

  • Terapi Hormon, dengan terapi ini dapat membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh sehingga hormon estrogen tetap dalam kondisi yang pas.
  • Berolahraga, tentu dengan berolahraga dapat membantu kamu mengatasi emosi kamu selain itu juga akan meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Tetap Berhubungan Seks, jika vagina kamu terasa kering kamu bisa memakai pelumas. Dengan tetap menjaga kehidupan seks kamu tetap hangat maka akan meringankan pikiran.

Penutup

Bagi kebanyakan orang, menopause bukan hanya transisi tubuh semata. Namun transisi ini juga mempengaruhi cara seseorang untuk berpikir, sebagaimana ungkapan “kehidupan dimulai setelah umur 40”. Tetap berolahraga, menjaga asupan makan. Akan meningkatkan kualitas hidup kita.