Seperti Korut, Tidak Ada Covid Di Turkmenistan

Semenjak akhir 2019, virus Sars-CoV-2 telah menyebar di seluruh penjuru dunia. Hampir semua negara-negara di dunia telah melaporkan kasus kematian atau perawatan akibat virus ini. Hingga saat ini hampir lima juta kematian akibat Covid-19 dengan total kasus infeksi lebih dari 240 juta kasus di seluruh penjuru dunia.

Namun ada beberapa negara yang melaporkan tidak ada kasus covid-19 di negaranya. Salah satu negara itu adalah Turkmenistan. Hingga saat ini tidak ada laporan dari negara ini ke WHO.

Walau demikian, terdapat laporan dari Turkmenistan yang menyebutkan bahwa Turkmenistan tidak kebal Covid-19. Sebagaimana kebanyakan negara, Turkmenistan berbagi perbatasan dengan Iran dan Afghanistan, yang mana dua negara itu melaporkan terjadinya gelombang infeksi covid-19.

Menyelamatkan Muka

Prof. Luca Anceschi – profesor dari Eurasian Studies at the University of Glasgow UK -sebagaimana dikutip dari Medical News Today menyebutkan bahwa Turkmenistan dan Korea Utara merupakan negara dengan rezim otoriter yang dijalankan oleh orang dengan pendekatan eksentrik. Sebagaimana Korea Utara, pemerinhtahan Turkmenistan mengontrol media nasional. Oleh karena itu laporan yang dapat menggoyahkan pemerintah akan di bungkam.

Menyusahkan Rakyat

Karena sikap pemerintah yang denial, sehingga membuat rakyat biasa mengalami kesulitan. Jika kita menengok bahwa kesehatan adalah bagian dari hak asasi setiap orang maka pemerintah tengah melakukan pelanggaran terhadap hajat hidup rakyatnya.

WHO Gagal

Komunitas Internasional memilih bungkam dalam menghadapi negara yang dijalankan oleh pemerintahan otoriter semacam Turkmenistan. Pada pertengahan 2020 tim dari WHO dikirim ke Turkmenistan untuk mengobservasi keadaan sebenarnya. Namun kunjungan tersebut sudah diatur sedemikian rupa, sehingga tim dari WHO tidak dapat mengonfirmasi kasus penularan Covid-19.

Menurut Prof. Anceschi seharusnya WHO tidak tinggal diam dan hanya menerima laporan dari negara yang bersangkutan saja. Lebih lanjut WHO dipandang sama saja dengan pemerintahan otoriter.

Kesimpulan

Pandemi Covid-19 harus dipandang sebagai ancaman bersama sehingga cepat teratasi. Pemerintah seharusnya terbuka dengan data-data yang ada di lapangan. Tidak perlu membungkam media, karena permasalahan kesehatan merupakan tanggung jawab setiap negara untuk memenuhi hajat hidup warganya.