AWAS! Perubahan Iklim Menaikkan Resiko Penyakit Jantung

Pada penelitian terakhir, peneliti dengan jelas mendapati efek lingkungan pada orang dengan resiko penyakit jantung.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cardovascular Research menyarankan untuk dilakukan strategi mitigasi awal untuk menurunkan resiko penyakit jantung secara global.

Mengenai Penyakit Jantung

Penyakit jantung atau dalam dunia medis internasional dikenal dengan cardiovascular diseases (CVD) merupakan momok paling menakutkan yang menyebabkan kematian secara global.

Menurut data dari WHO penyakit ini menjangkiti dan membawa kematian pada 17.9 juta jiwa setiap tahunnya atau sekitar 32% kasus kematian di seluruh dunia.

Penyakit jantung memengaruhi pembuluh darah dan jantung. Hal ini menaikkan angka resiko serangan jantung dan stroke, yang mana dialami oleh 4 dari 5 kematian akibat penyakit jantung.

WHO juga mencatat bahwa seseorang beresiko mengalami penyakit jantung jika orang itu:

  • merokok
  • kurang gerak
  • memakan makanan yang asin namun rendah dalam asupan buah dan sayur
  • suka minum alkohol

Perilaku semacam itu akan berujung pada hipertensi, gula darah yang tinggi dan kegemukan. Yang mana jika tidak segera dikelola maka akan menyebabkan penyakit jantung.

Cara utama untuk mengurangi resiko penyakit jantung ialah mengurangi faktor resiko.

Selain hal itu para peneliti mengkhawatirkan tentang kondisi lingkungan yang rusak akibat pemanasan global akan menjadi faktor yang menyumbang resiko penyakit jantung.

Polusi Suara

Faktor lingkungan dengan naiknya angka kebisingan menjadi salah satu faktor pemicu penyakit jantung. Peneliti menggaris bawahi analisis-meta yang komprehensif, menunjukkan bahwa setiap 10 desibel naiknya kebisingan jalan raya, resiko untuk memicu penyakit jantung ischemic naik menjadi 1.08.

Penelitian dan pengembangan teknologi yang berguna untuk mengurangi angka kebisingan dan manjemen lalu lintas yang baik dapat mencegah naiknya faktor ini.

Polusi Udara

Faktor kedua yang berkontribusi dalam naiknya faktor resiko penyakit jantung adalah polusi udara. Penelitian menunjukkan bahwa di Uni Eropa, diperkirakan 592.000 kasus kematian setiap tahunnya akibat polusi ozon dan partikel halus. Sekitar 41 persen kematian ini dikaitkan dengan penyakit jantung ischemic dan stroke.

Peneliti berpendapat bahwa kunci untuk mengurangi polusi udara adalah dengan peraturan yang mewajibkan untuk mengurangi emisi gas buang.

Polusi Cahaya

Faktor ketiga mengenai dampak lingkungan pada resiko penyakit jantung adalah polusi cahaya. Peneliti mencatat bahwa polusi cahaya dapat mengganggu ritme circadian yang mana dapat menaikkan resiko penyakit jantung.

Para peneliti menyarankan untuk mematikan lampu yang tidak essensial pada malam hari.

Perubahan Iklim

Semua faktor di atas selain dapat menaikkan resiko penyakit jantung juga dapat mempercepat perubahan iklim. Perubahan iklim sendiri pada akhirnya akan berbanding lurus dengan kenaikan resiko penyakit jantung.

Lingkaran setan ini harus segera di tangani bukan hanya dalam level individu saja melainkan masuk dalam kebijakan secara global.

PBB sudah dalam rel yang lurus dengan mengeluarkan resolusi 48/13. selain itu perjanjian paris yang oleh banyak negara mengikutinya dapat menjadi harapan bahwa perubahan iklim dapat segera ditangani.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi