Alzheimer Beda Dengan Demensia?

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu tipe demensia, terdapat berbagai macam dan penyebab demsia. Orang-orang biasanya sering membolak-balikkan istilah ini. Namun dua hal itu tidaklah sama.

Demensia merupakan rangkaian gejala yang secara umum mempengaruhi kemampuan cognitive seseorang. Tergantung tipe dan penyebab, demensia dapat mempengaruhi seseorang pada:

  • daya ingat
  • kemampuan berfikir dan kosentrasi
  • kemampuan menyelesaikan masalah
  • kemampuan berbahasa
  • kemampuan melihat

Sedangkan Alzheimer secara spesifik merupakan tipe dari demensia. Yang mana merusak sel otak secara progresif, menjadikan seseorang kehilangan memori dan penurunan kemampuan berfikir.

Pada artikel ini kita kan melihat tipe demensia terutama alzheimer.

Apa Itu Demensia

Demensia dapat dijelaskan sebagai koleksi gejala tanpa penyebab yang jelas. Yang mana mempengaruhi fungsi mental secara luas. Banyak kondisi dikaitkan dengan demensia.

Penyakit alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum. Sekitar 70 persen kasus. Walaupun demikian terdapat tipe dan penyebab lainnya termasuk:

  • Vascular dementia, yang diakibatkan oleh stroke dan kondisi lain yang menghambat jalannya darah ke otak.
  • Lewy body dementia, yang diakibatkan oleh penumpukan protein di otak.
  • Frontotemporal disorder, yang diakibatkan dari kerusakan lobus frontal dan temporal otak.
  • Creutzfeldt-Jakob disease
  • Huntington’s disease
  • chronic traumatic encephalopathy, yang disebabkan karena cedera otak berulang kali.

Beberapa faktor dan kondisi dapat memicu gejala yang mirip dengan demensia:

  • penggunaan dan interaksi obat
  • kekurangan vitamin B12 dan vitamin D
  • konsumsi alkohol yang tinggi
  • gegar otak
  • masalah pada hati, ginjal dan tiroid
  • stres, depresi dan cemas

dimungkinkan untuk terjadi beberapa tipe demensia sekaligus. Yang mana disebut dengan mixed dementia.

Penyebab Dan Faktor Resiko

Penyebab tergantung pada tipe, namun penyebab jelas kenapa terjadi demensia masih belum jelas.

Demensia tidak pasti dialami oleh lansia, namun umur merupakan faktor penting dari demensia. Faktanya hampir 50 persen orang dengan usia 85 ke atas mungkin mengalami demensia.

Di Amerika Serikat, sekitar 11.3% orang pada usia 65 ke atas memiliki penyakit alzheimer. Angka ini naik hingga 34.6 bagi yang berusia 85 ke atas.

Dimungkinkan demensia dapat terjadi pada orang yang lebih muda, namun kondisi ini biasanya ada pada lansia.

Gejala

Gejala demensia bervariasi keparahannya, namun juga bergantung area otak mana yang terpengaruh. Berikut merupakan gejala umumnya:

  • cemas dan khawatir
  • mood rendah
  • ketidaktarikan
  • mengulangi pertanyaan yang sama
  • psychosis
  • gangguan tidur
  • berjalan tanpa ada alasan yang jelas
  • perilaku yang tidak sepantasnya, menangis seperti anak kecil

Gejala-gejala ini membutuhkan waktu untuk muncul dan kerusakan yang signifikan mungkin terjadi sebelum dirujuk ke dokter. Yang mana hal ini membuat pengobatan menjadi sulit.

Apa itu alzheimer

Pada alzheimer, peneliti percaya bahwa ada penumpukan protein yang membentuk plak pada otak yang menyebabkan timbulnya gejala.

Protein ini menyelubungi sel otak dan memengaruhi kemampuan komunikasi seseorang. Hal ini kemudian dapat merusak sel otak hingga menyebabkan tidak berfungsinya sel otak itu.

Beberapa ilmuwan menemukan penumpukan ini pada area tertentu di otak, termasuk hippocampus. Yang mana bagian ini berperan penting pada memori jangka panjang.

Gejala

penyakit alzheimer melibat gejala spesifik karena area pada otak yang terpengaruh. Tanda dan gejala awal termasuk kesusahan mengingat dan kebingungan.

Selain itu terdapat gejala:

  • kebingungan mengenai tempat
  • perubahan mood dan perilaku
  • Kebingungan mengenaik waktu, dan acara tertentu
  • merasa curiga pada orang di sekelilingnya
  • kesusahan menggunakan dan memahami kata
  • kesusahan berjalan dan menelan

Perawatan Demensia dan Alzheimer

Hingga saat ini belum ada obat untuk demensia dan perawatan saat ini tidak dapat membalikkan keadaan. Walau demikian jika gejala dikarenakan kekurangan vitamin atau obat tertentu, terdapat kemungkinan bisa dicegah agar kondisi tidak semakin buruk.

Pengobatan untuk alzheimer dapat mengurangi gejala:

  • meminum obat
  • memastikan kenyamanan dan keamanan orang tersebut.
  • Dipaparkan sinar matahari pada pagi hari dan berolahraga ringan.
  • Melakukan terapi cognitive

beberapa obat ada yang berupaya mengobati gejala alzheimer, sebagian lain membantu mengatur masalah tidur, cemas dan gejala lain. Yang merawat dan dirawat harus sama-sama bekerja dengan doktor untuk memastikan pengobatan efektif.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi