Kurang Tidur Bikin Kamu Salah Jalan

Salah satu list mengenai gaya hidup sehat adalah memiliki tidur yang cukup. Menurut Sleep Foundation, hampir separuh orang di Amerika Serikat melaporkan lebih satu dari tiga orang memiliki kuantitas tidur kurang dari tujuh jam sehari. Padahal lama tidur yang direkomendasikan antara tujuh hingga sembilan jam sehari.

Kamu akan mengalami bagaimana kekurangan tidur dapat memengaruhi kemampuan motorik kamu. Sebuah penelitian pada 2018 yang dimuat di jurnal PNAS menunjukkan bahwa kekurangan tidur yang kronis dapat memperlambat respon otak hingga dua kali lipat.

Pada sebuah studi yang dipublikasikan pada Scientific Report, menyatakan bahwa kekurangan tidur berakibat negatif yang mempengaruhi aktivitas dasar manusia seperti berjalan.

Hasil tersebut bukan merupakan proses yang sekejap melainkan karena kekurangan tidur yang sudah berlangsung lama. Tidur dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh, mulai dari aspek kognitif hingga aspek motorik seseorang.

Jangan Remehkan Tidur

Tidur merupakan pilar dari kesehatan seseorang, sebagaimana manusia bernafas, makan dan minum. Menurut National Heart, Lung and Blood Institute kurangnya tidur dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kesehatan mulai dari gangguan jantung, ginjal, diabetes, stroke dan obesitas.

Akibat Kurang Tidur

Pada penelitian mengenai hubungan tidur dan berjalan, para peneliti memberikan jam pada 30 pelajar yang berpartisipasi untuk melacak aktivitas mereka selama periode 14 hari untuk mendapatkan garis awal kapan dan berapa lama mereka tidur dan aktivitas.

Rata-rata, setiap pelajar itu tidur sekitar enam jam sehari, walaupun beberapa pelajar mengganti kurangnya tidur pada hari libur.

Tidur lebih panjang pada hari libur merupakan tanda bahwa seseorang kekurangan tidur.

Pada hari ke 14, separuh kelompok secara sengaja diminta untuk berjaga sepanjang malam dan mereka kemudian diminta untuk berjalan di treadmill mengikuti irama metronome.

Hasilnya bahwa para partisipan tersebut kesulitan untuk menyeiramakan langkah mereka denga metronome. Penemuan ini menjelaskan bahwa cukup tidur merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih untuk para atlet.

Patuhi Jam Tidur

Penting untuk diketahui bahwa tidak konsisten seseorang dalam tidur mempengaruhi ritme circadian. Dengan tidur yang teratur para peneliti sepakat akan meningkatkan kesehatan seseorang.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi