Ini Lho Penyebab Kamu Tua dan Sakit-Sakitan!

Para peneliti berusaha mencari tahu kenapa hewan (termasuk manusia) menjadi tua dan sakit-sakitan. Dari berbagai penelitian terdapat kaitan gen dengan tua dan sakit. Setiap kali sel terbelah, kromosom – ikatan DNA yang menyusun gen – akan memendek. Hal ini karena mesin-mesin sel yang bertugas menggandakan DNA tidak dapat mengkopi setiap molekul hingga ujung tiap strand.

Untuk mencegah hilangnya informasi genetik yang penting tiap terbelahnya sel, struktur yang disebut telomeres bertugas untuk melindungi ujung kromosom. Telomeres merupakan tambahan yang berada di tiap ujung kromosom yang tidak memiliki informasi penting genetik.

Walau demikian, setiap terjadi pembelahan, telomeres juga akan ikut tergerus sehingga tidak dapat lagi melindungi kromosom. Ketika hal itu terjadi, maka kontrol mekanisme akan menghentikan pembelahan sel. Meskipun sel tetap hidup dan aktif, sel akan menjadi menua.

Berjalannya waktu, sejalan dengan usia yang menua, sel-sel tua tersebut akan menumpuk. Hal ini berakibat negatif karena sel-sel tua tersebut dapat menyebabkan peradangan. Para ilmuwan mengaitkan hal itu dengan penyakit-penyakit yang di derita orang tua seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer.

Tidak Dapat Diperbaiki

Setelah meneliti sifat dan pola sel-sel kulit manusia, para peneliti dari Université de Montréal, Kanada, mengajukan teori baru bagaimana sel-sel menua. Model yang mereka ajukan memperbaharui teori mapan yang berkaitan dengan penuaan.

Yang mana teori lama menyatakan bahwa sel-sel berhenti membelah hanya karena telomeres terlalu pendek dan sudah tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Sedangkan teori terbaru menyatakan bahwa sel-sel berhenti membelah karena ketidakstabilan kromosom akibat dari berkurangnya telomeres yang menyebabkan kerusakan genom yang sudah tidak dapat diperbaiki ketika pembelahan sel terjadi.

Menurut Francis Rodier, Ph.D. yang paling mengejutkan adalah sebelum memasuki penuaan tersebut, sel akan membelah terakhir kalinya. Sehingga terjadi ketidak sempurnaan dalam pembelahan tersebut.

Studi yang dilakukan oleh Rodier dan kawan-kawan itu dimuat dalam jurnal Nucleic Acids Research. Kesimpulan yang didapat kesalahan berasal dari genom-genom tua tersebut.

Sel Kulit Menua

Menurut teori yang sudah mapan ketika telemori sudah tergerus, tubuh akan mengaktifkan “respon kerusakan DNA”. Oleh karena proses ini, protein yang disebut p53 akan mematikan pembelahan sel. Protein ini merupakan pemain vital dalam menekan pertumbuhan tumor.

Teori tersebut menyatakan bahwa satu saja telomeres rusak maka dapat menghentikan seluruh pembelahan sel. Walaupun, beberapa ilmuwan mengetahui bahwa sel normal mamalia dapat memiliki beberapa telomeres yang rusak dan tetap terjadi pembelahan.

Untuk mengetahui lebih dalam, Prof. Rodier dan koleganya mengambil gambar-gambar sel kulit ketika terbelah dan menjadi menua. Mereka mengobservasi hal itu, observasi pertama memperlihatkan bahwa telomeres yang rusak hanya menghambat pembelahan sel.

Sebuah sel akan berhenti membelah ketika kromosomnya bersatu kembali, yang mana seharusnya telomeres berfungsi untuk mencegah hal itu terjadi karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen.

Ketika sel terbelah, strand ganda tiap kromosom akan membelah dan menjadi dua strand yang terpisah. Strand yang terpisah ini masing-masing akan bergabung dengan nucleotides untuk menghasilkan dua copy dari tiap kromosom. Dua kromosom baru tersebut dikenal dengan nama sister chromatids.

Telomeres yang rusak ini memiliki buntut lengket yang mana dapat menempel dengan telomeres lain yang juga rusak. Para peneliti melihat bahwa sel menjadi menua hanya jika dua telomeres dari tiap ujung kromosom menyatu permanen selama pembelahan.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi