Ketahui Apa Itu HIV

HIV atau human immunodeficiency virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani maka HIV akan menjadi AIDS (acquired immunodefiency syndrome). Mengetahui hal-hal dasar mengenai HIV dapat membuat kamu tetap sehat dan mencegah penyebaran HIV.

Apa Sih HIV?

  • HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
  • Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang mencegah dan obat yang dapat menyembuhkan HIV, sehingga jika seseorang terkena virus ini, maka virus ini akan menetap di dalam tubuh hingga ajal.
  • Namun dengan perawatan medis, HIV dapat dikontrol. Sehingga orang dengan HIV dapat tetap sehat dan bisa mencegah penularannya.


Asal HIV?

  • HIV yang menginfeksi manusia berasal dari simpanse di Afrika Tengah.
  • Versi virus yang menyerang simpanse disebut SIV (simian immunodeficiency virus). Kemungkinan menjangkiti manusia karena konsumsi daging simpanse yang telah terinfeksi virus ini.
  • Diketahui bahwa HIV ditularkan oleh simpanse pertama kali sekitar akhir 1800.
  • Dengan berjalannya waktu, secara perlahan HIV menyebar di benua Afrika dan kemudian menyebar ke penjuru bumi. Pertama kali virus ini diketahui menyebar Amerika Serikat pada tahun 1970 -an dan kasus pertama diketahui pada 1981.
  • Di Indonesia HIV pertama kali dideteksi pada 1987.

Gejala HIV

Beberapa orang akan memiliki gejala seperti flu pada 2-4 minggu setelah terinfeksi pertama kali. Gejala tersebut akan bertahan beberapa hari hingga minggu. Beberapa gejala antara lain:

  • Demam
  • Meriang
  • Ruam
  • Keringat malam
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Namun dalam beberapa kasus orang tidak akan mengalami gejala tersebut. Perlu diketahui bahwa gejala-gejala tersebut merupakan gejala umum penyakit seperti flu. Perlu tes HIV untuk mendapatkan diagnosa terinfeksi HIV.

Tahapan HIV

Ketika orang yang terinfeksi HIV tidak mendapatkan perawatan, maka biasanya ada tiga tahap perkembangan penyakit. Dengan meminum obat-obataan HIV dapat memperlambat proses ini.

Tahap 1: Infeksi HIV Akut

  • Orang akan memiliki jumlah HIV dalam darah yang besar. Sangat menular.
  • Beberapa orang akan memiliki gejala serupa flu. Yang mana merupakan respon alami tubuh ketika terjadi infeksi.
  • Beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.
  • Degan menggunakan antigen NATs dapat mendiagnosis infeksi akut.

Tahap 2: Infeksi HIV Kronis

  • Tahap ini disebut juga infeksi asymptomatic HIV atau clinical latency.
  • HIV masih aktif namun reproduksinya sangat rendah.
  • Pada tahap ini orang mungkin tidak akan merasakan sakit.
  • Tanpa meminum obat HIV, tahap ini bisa bertahan hingga 10 tahun bahkan lebih, namun beberapa ada yang perkembangannya cepat.
  • Orang masih dapat menularkan HIV pada tahap ini.
  • Pada akhir tahap ini, jumlah HIV di darah akan naik dan sel CD4 akan menurun. Orang dapat memiliki gejala-gejala seiring meningkatnya jumlah virus dalam darah, dan akan memasuki tahap tiga.
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan HIV kemungkinan tidak akan masuk ke tahap selanjutnya.

Tahap 3: Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)

  • Tahapan ini merupakan yang paling parah.
  • Orang dengan AIDS sistem kekebalan tubuhnya sudah rusak, sehingga muncul gejala gejala penyakit lain akibat kerusakan imun.
  • Orang akan didiagnosis AIDS jika sel CD4 menurun hingga dibawah 200 sel/mm, atau jika mengalami gejala penyakit lain.
  • Orang dengan AIDS memiliki jumlah virus yang tinggi dalam tubuhnya. Sehingga sangat menular.
  • Tanpa perawatan, orang dengan AIDS biasanya dapat bertahan sekitar tiga tahun.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi