Ajaib Wanita Ini Bisa Menyembuhkan HIV!

Pada awal bulan ini, sebuah berita menyebar. Dalam berita itu seorang perempuan asal Argentina dilaporkan menjadi orang kedua yang sembuh dari HIV.

Laporan tersebut dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine. Para ilmuwan melihat kasus ini sebagai pembuka untuk ditemukannya obat atau vaksin bagi HIV.

Kasus Pasien “Esperanza”

Pada 2013 pasien perempuan 30 tahun ini didiagnosis mengidap HIV. Namun selama delapan tahun dia tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi HIV. Pada tes terakhir tidak dapat mendeteksi kehadiran HIV dalam sel tubuhnya.

Pasien ini dinamai Esperanza yang merupakan nama kota di Argentina tempat ia tinggal. Ketika terdiagnosis ia hanya meminum obat antiretroviral selama enam bulan ketika dia hamil pada 2019.

Selama periode enam bulan itu ia meminum obat tenofovir, emrtricitabine, raltegravirs. Pasien Esperanza merupakan pasien kedua yang bisa sembuh dari HIV tanpa bantuan terapi stem sel.

Orang pertama yang dilaporkan sembuh dari HIV merupakan perempuan 67 tahun asal California. Loreen Willenberg terdiagnosis HIV pada tahun 1992, ajaibnya sistem kekebalan tubuhnya mampu membasmi HIV.

Selain dua kasus itu, terdapat dua pasien lainnya yang sembuh dari HIV melalui terapi stem sel. Dua pasien itu dijuluki pasien Berlin dan London.

Pasien Berlin merupakan pasien pertama yang sembuh dari HIV dengan bantuan terapi stem sel.

Konteks Laporan

Pencarian obat untuk HIV telah dilakukan sejak lama dan membuat para ilmuwan pusing.

Dr. Steven Deeks, profesor dari University of California, San Francisco (UCSF) sebagaimana dikutip dari healthline menyatakan “dari kasus ini membuktikan bahwa penyembuhan (HIV) dimungkinkan.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa “jika kita dapat mengetahui bagaimana mekanismenya, kita mungkin dapat menemukan terapi baru yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh kita sendiri, yang mana jauh lebih aman dibandingkan transplantasi tulang sumsum”.

Para ilmuwan masih belum mengetahui secara jelas kenapa sistem kekebalan tubuh dua perempuan tersebut dapat membasmi HIV.

Masih diperlukan jalan panjang nan berliku untuk dapat menemukan obat yang menyembuhkan HIV. Oleh karenanya pencegahan infeksi HIV merupakan langkah yang harus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi