Suka Jajan? Ketahui istilah-istilah HIV ini!

Orang yang baru terdiagnosis HIV – atau orang yang kamu kenal – pasti punya pertanyaan-pertanyaan mengenai penyakit ini.

Salah satu tantangan jika positif HIV adalah istilah-istilah mengenainya. Dalam artikel ini, akan kami jelaskan mengenai istilah-istilah dasar yang harus kamu ketahui.

AIDS

AIDS merupakan kependekan dari acquired immunodeficiency syndrome atau sindrom kekurangan kekebalan tubuh yang di dapat. Sindrom berarti kumpulan gejala sedangkan di dapat maksudnya bukan karena keturunan secara genetik. Bisa dijelaskan bahwa AIDS adalah kumpulan gejala akibat dari sistem kekebalan tubuh yang lemah dan didapat setelah kita lahir.

HIV-1

merupakan tipe retrovirus yang mirip dengan virus yang menginfeksi simpanse. Diyakini bahwa virus HIV tipe ini yang menyebar secara global. Terdapat beberapa golongan dalam HIV-1 yakni golongan M, N, O dan P.

HIV-2

Merupakan retrovirus yang mirip dengan virus yang menginfeksi monyet sooty mangabey. Virus tipe ini kebanyakan ditemukan di Afrika Barat.

Prevalensi

Prevalensi merupakan persentase dari suatu populasi yang memiliki kondisi medis tertentu dalam hal ini HIV.

Menurut UNAIDS secara global orang memiliki HIV berkisar 30,2 – 45,1 juta jiwa pada tahun 2020 sedangkan di Indonesia 510 – 570 ribu jiwa. Dengan presentase 0,49% secara global, sedangkan Indonesia prevalensinya sekitar 0.4%.

PrEP

PrEP merupakan kependekan dari pre-exposure prophylaxis. Merupakan strategi untuk mengurangi resiko penularan pada orang yang memiliki resiko tertular HIV yang tinggi. Biasanya akan mendapat obat untuk mencegah tertular HIV.

PEP

PEP merupakan kependekan dari post-exposure prophylaxis. Kebalikan dari PrEP merupakan strategi untuk mengurangi resiko menularkan HIV pada orang yang negatif HIV. Biasanya dilakukan pada ibu hamil yang positif HIV agar anaknya kelak tidak terinfeksi HIV darinya.

Seroconversion

Merupakan proses yang mana sistem kekebalan tubuh meproduksi antibodi untuk melawan virus yang masuk ke tubuh.

Orang yang baru saja tertular HIV kemungkinan besar tidak akan terdeteksi ketika melakukan tes ketika proses ini berlangsung.

ELISA

kependekan dari enzyme-linked immunosorbent assay yang merupakan tes darah untuk mengetahui kehadiran antibodi HIV dan juga antigen yang disebut P24.

Jika positif dari tes ini perlu untuk tes lanjutan untuk mengetahui apakah HIV-1 atau HIV-2.

Tes Western Blot

Merupakan tes darah untuk mengetahui kehadiran antibodi HIV. Namun tes ini sudah jarang digunakan.

Sel T

Sel T merupakan sel darah merah yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini tipe sel T yang melawan HIV disebut sel CD4.

Jumlah CD4

merupakan jumlah sel CD4 dalam tubuh. Menjaga CD4 pada jumlah tertentu merupakan hal penting dalam perawatan HIV.

Viral Load

merupakan level HIV dalam darah seseorang. Biasanya menggunakan hitungan per milimeter (mL) darah.

Jika viral load tinggi, maka CD4 akan turun.

Concordant

Merupakan istilah untuk merujuk pasangan yang keduanya memiliki HIV.

MSM

Atau male sex male merupakan istilah yang merujuk laki-laki yang berhubungan sex dengan laki-laki. MSM memiliki resiko HIV yang lebih tinggi dari demografi lainnya.

Asymptomatic

Asymptomatic atau tak bergejala, merupakan fase dimana seseorang terinfeksi HIV namun tidak menunjukkan gejala-gejala/

ARV

Merupakan kependekan dari antiretroviral, yang merupakan tipe obat untuk menekan HIV.

ART

Merupakan kependekan dari antiretroviral therapy, yang mana pengobatan menggunakan ARV.

Adherence

Merujuk pada orang yang mengonsumsi obat sesuai yang diresepkan oleh dokter. Adherence membantu seseorang agar obat yang diminumnya tetap manjur.

Noncompliance

Merujuk pada orang yang tidak mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Hal ini memiliki resiko obat yang dikonsumsi tidak lagi manjur.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi