Amankah Vaksin Covid Untuk Anak

Badan Obat dan Pangan Amerika serikat menyetujui vaksin Pfizer pada anak usia 5-11 tahun pada 29 Oktober 2021. Sedangkan di Indonesia, BPOM baru menyetujui vaksin SinoVac untuk digunakan pada anak usia 6-11 tahun pada 1 November 2021.

Lamanya persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 disebabkan kekhawatiran bahwa vaksin ini dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi anak.

pada saat bersamaan perusahaan farmasi berkejaran untuk vaksinnya disetujui pada orang dewasa, perusahan-perusahaan tersebut juga melakukan uji coba vaksin mereka agar aman dan manjur baik pada dewasa maupun anak-anak.

Menurut data dari BPOM profil keamanan vaksin Sinovac pada anak usia 6-11 tahun sebesar 11% sebanding dengan profil keamanan pada orang dewasa sebesar 14%. Sedangkan efek yang tidak diinginkan dari pemberian vaksin atau adverse events pada anak tergolong dalam ketegori 1 dan 2 (ringan dan sedang).

Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Amerika (CDC) memonitor laju myocarditis yang menyebabkan perdangan pada otot jantung. Hal ini disebabkan karena laporan pada bulan Juli 2021 yang menyebutkan bahwa terdapat beberapa anak yang mengalami myocarditis setelah menerima vaksin Pfizer.

Satu penelitian, yang belum peer review, mengklaim bahwa risiko mengalami kejadian jantung yang merugikan setelah vaksinasi mRNA pada pria berusia 16-17 tahun tanpa penyakit penyerta sebenarnya 3,5 kali lebih tinggi daripada risiko rawat inap karena COVID-19 Dilaporkan secara luas pada Agustus 2021.

Sebaliknya, sebuah penelitian di New England Journal of Medicine dari 6 Oktober 2021, melaporkan temuan dari Kementerian Kesehatan Israel tentang masalah yang tampaknya membuktikan hubungan antara penerimaan vaksin Pfizer dan myocarditis.

Data yang dikumpulkan antara 20 Desember 2020, dan 31 Mei 2021, mengonfirmasi 136 kasus myocarditis setelah menerima vaksin Pfizer dari 5,12 juta orang Israel yang telah menerima dua dosis. Analisis menunjukkan bahwa risiko tertinggi setelah dosis kedua ada pada laki-laki berusia 16-19 tahun, dengan rasio risiko 1 dalam 6.637

Kekhawatiran mengenai efek samping vaksin Covid-19 ditujukan pada anak-anak yang sehat. Ketika anak yang memiliki kesehatan rendah, maka vaksin akan bermanfaat baginya.

Ketika mengevaluasi risiko yang ditimbulkan oleh kemungkinan efek samping dari vaksin Covid-19, tidak mungkin untuk melakukannya tanpa mempertimbangkan manfaatnya.

Sebuah analisis yang muncul di Journal of the Royal Society of Medicine pada 1 November 2021, menunjukkan bahwa vaksinasi anak berusia 12-17 tahun paling bermanfaat walaupun tingkat infeksi tetap tinggi

Analisis menunjukkan bahwa jika infeksi Sars-CoV-2 setinggi 1.000 per 100.000 orang per minggu selama 16 minggu, dengan vaksinasi dapat mencegah 4.430 rawat inap di rumah sakit dan 36 kematian selama 16 minggu. Ini juga menunjukkan bahwa ribuan kasus penularan dapat dihindari.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi