Stres Bikin Kamu Cepat Tua!

Stres sebagai faktor pendorong penuaan merupakan hal yang banyak diyakini oleh orang-orang, namun penelitian kuantitatif mengenai hubungan stres dengan penuaan baru-baru ini dilakukan.

Sudah lama, komunitas kesehatan memahami bahwa nuclear DNA “menua” dengan setiap pembagian sel dan berbagai penanda genetik yang dapat digunakan untuk menentukan umur organisme. Hal ini termasuk panjang dari telomeres dan jumlah methylation DNA pada poin tertentu.

Methylation terjadi ketika grup methyl ditambahkan pada DNA, sering kali pada perbaikan DNA. Bertahun-tahun peneliti telah mengembangkan model yang disebut epigenetic clocks untuk mengetahui apakah mereka dapat mengukur penuaan biologi dengan mengukur jumlah methylation pada bagian tertentu DNA.

GrimAge merupakan salah satu yang berhasil dalam mengetahui epigenetic clocks, yang publikasinya di muat dalam jurnal Aging. GrimAge dapat digunakan untuk memprediksi penurunan biologi secara akurat, sebagai contoh jika seseorang memeliki kondisi tertentu pada usia tertentu.

Ketika beberapa studi mengindikasikan bahwa pemodelan GrimAge dapat memprediksi dampak stres pada individu yang memiliki kondisi kesehatan mental, namun tidak ada penelitian yang melihat apakah dampak stres berpengaruh pada suatu populasi.

Grup peneliti dari Yale School of Medicine, mempublikasikan detail mengenai uji coba untuk mencari tahu apakah GrimAge dapat digunakan untuk mengukur dampak dari stres yang mempercepat penuaan biologi pada partisipan sehat yang berusia 18-50 tahun.

Dr. Zachary Harvanek, psikiater pada Yale Department of Psychiatry yang juga ikut dalam penelitian tersebut sebagaimana dikutip dari medical news today, menyatakan:

“penuaan epigenetik merupakan salah satu penanda terbaik yang kita miliki untuk (melihat) penuaan pada orang yang relatif muda dan sehat.”

“Kita tidak memiliki cara yang bagus untuk mengetahui usia biologi dari usia kronologi 30-40 tahun. Ketika orang menua, kita dapat melihat kesehatan mereka mulai menurun dan mereka mulai memiliki perubahan dari segi mobilitas dan pada akhirnya beberapa orang meninggal lebih dulu dari orang lain.”

Mengukur Dampak Stress

Peneliti menemukan bahwa kenaikan jumlah stres dikaitkan dengan percepatan penuaan biologi jika dibandingkan dengan usia kronologis dan naiknya penanda biologi seperti resistansi insulin.

Mereka juga menemukan bahwa mengatur emosi dapat mengurangi efek stres pada percepatan penuaan dan kontrol diri dapat menengahi hubungan stres dan resistansi insulin.

Karakter biologi tertentu juga menyebabkan percepatan penuaan. Sebagai contoh, orang berkulit hitam menambah percepatan penuaan satu tahun dan dengan jenis kelamin laki-laki menambah 1.2 tahun.

Walaupun penelitian tersebut tidak mengindikasikan bagaimana mencegah dampak stres pada percepatan penuaan, namun dapat menentukan target potensial untuk mendapatkan intervensi perilaku.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi