ALS Yang Diderita Prof. Hawking

Amyotrophic Lateral Sclerosis atau ALS merupakan tipe penyakit saraf motorik, yang menyebabkan disfungsi pada saraf yang mengontrol pergerakan otot.

Hal ini menyebabkan otot menjadi lemah dan mengubah cara tubuh bekerja. Pada tahap lanjut, ALS memengaruhi saraf yang mengatur pernafasan sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Jika kamu belajar fisika teoritik atau kamu pernah menonton film The Theory of Everything kamu pasti mengenal sosok yang disandingkan dengan sosok Einstein yaitu Stephen Hawking. Profesor fisika teoritik yang terkenal dengan teori area lubang hitam ini didiagnosis ALS sejak usia 20 tahunan.

ALS merupakan tipe umum dari penyakit saraf motorik (motor neuron disease). Pada 2014 Ice Bucket Callange diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan menggalang dana untuk penelitian ALS.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat memperkirakan sekitar 14.500 hingga 15.000 orang mengidap ALS di Amerika Serikat saja. Di seluruh penjuru dunia diperkirakan dua hingga lima orang dari 100.000 orang mengidap ALS.

Kebanyakan orang yang mengidap ALS angka harapan hidup sekitar 3 hingga 5 tahun setelah mengalami gejala, namun sekitar 10% mampu hidup hingga 10 tahun lebih dan Prof. Hawking salah satu dari 10% itu.

Hingga saat ini belum ditemukan obat atau cara untuk menyembuhkan ALS, namun dengan perawatan yang baik dapat meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita ALS.

Penyebab dan Tipe ALS

Hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan ALS. Terdapat dua tipe, dikategorikan berdasar tanda dan gejala serta apakah ada kaitan dengan genetik atau tidak.

ALS Sporadik muncul secara acak dan menjadi penyumbang terbesar kasus ALS sekitar 90-95%. Tidak diketahui secara pasti apakah terdapat faktor dan penyebabnya.

ALS Familialyang diwariskan. Sekitar 5 hingga 10 persen kasus ALS merupakan familial atau diwariskan. Anak dari seorang yang mengidap ALS akan memiliki 50% kemungkinan mengidap ALS. Peneliti masih mencari tahu gen mana yang terlibat.

Penyebab lainnya:

  • Disorganized immune response: Ketika sistem imun menyerang sel-sel tubuh yang sehat.
  • Chemical imbalance: Orang dengan ALS seringnya memiliki kadar glutamate yang tinggi, yang merupakan senyawa kimia yang menjadi kurir sinyal saraf, berada di otak dan dekat saraf motorik. Glutamate dalam kuantitas tinggi diketahui dapat menjadi racun pada sel-sel saraf.
  • Mishandling of proteins: Jika protein tidak diproses secara benar oleh sel saraf, protein yang abnormal dapat menumpuk dan menyebabkan sel-sel saraf mati.

Faktor Lingkungan

Lingkungan juga menjadi faktor. Sebuah studi melaporkan bahwa personel militer Amerika Serikat yang diterjunkan di Timur Tengah pada perang Teluk 1991 memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami ALS dibandingkan personel yang bertugas di wilayah lain.

Kemungkinan kaitan lainnya adalah akibat terpapar atau mengalami:

  • trauma akibat listrik (kesetrum) atau mekanik
  • wajib militer
  • olahraga dengan intensitas terlalu tinggi
  • bahan-bahan kimia untuk pertanian
  • berbagai logam berat

Tanda dan Gejala

Biasanya ALS muncul ketika usia seseorang lebih dari 50 tahun, namun juga terdapat kemungkinan jauh lebih muda.

Perkembangan ALS setiap individu berbeda. Pada tahap awal, tanda dan gejala biasanya tidak jelas namun akan tambah jelas dan parah seiring berjalannya waktu.

Beberapa gejala meliputi:

  • kesulitan untuk beraktifitas sehari-hari, seperti berjalan
  • pelemahan di kaki dan tangan
  • kram pada lengan dan pundak atau lidah
  • kesulitan untuk berdiri tegak
  • tertawa terbahak-bahak atau menangis tersedu-sedu yang tidak bisa dikontol
  • perubahan kognitif
  • berbicara yang tidak jelas
  • kesakitan di badan
  • kelelahan

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi