Lebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati?

Sakit gigi memang menyakitkan apalagi ketika malam tiba rasa sakit tambah parah.

Salah satu alasan kenapa hal itu terjadi karena ketika berbaring, darah akan mengalir lebih cepat ke kepala. Peningkatan tekanan darah pada area gigi yang sakit ini yang membuat sakit gigi tambah parah.

Alasan lain kenapa sakit gigi tambah parah ketika malam karena berkurangnya aktivitas yang menyebabkan berkurangnya gangguan. Dengan tidak adanya hal lain yang perlu diperhatikan selain sakit gigi maka rasa sakit tambah kentara.

Untuk mengurangi rasa sakit gigi itu kamu bisa melakukan 7 hal ini:

  1. Memium obat Dengan meminum pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen cara yang paling gampang untuk mengurangi nyeri dan dapat diperoleh dengan mudah di apotek. Namun perlu diingat untuk meminum sesuai rekomendasi, jika tidak kemungkinan obat akan berkurang keampuhannya.
  2. Kompres dengan es Mengompres dengan dengan air dingin atau es dapat efektif untuk mengurangi rasa nyeri. Suhu rendah dapat membantu mengecilkan pembuluh darah, yang mana akan menurunkan rasa sakit. Dengan mengompres area sakit sekitar 15 hingga 20 menit pada area nyeri dapat meredakan nyeri hingga beberapa jam kemudian. Metode ini tidak hanya khusus untuk sakit gigi saja, namun juga nyeri di bagian tubuh lainnya misalkan cedera akibat terjatuh.
  3. Meninggikan bantal Dengan memosisikan badan lebih tinggi dari jantung dapat membantu mengurangi nyeri. Darah yang mengalir ke kepala akan lebih cepat jika kita berbaring. Oleh sebab itu dengan meninggikan bantal ketika tidur dapat membantu mengurangi nyeri. Metode ini berbanding terbalik jika kamu sakit kepala atau pusing. Jika pusing posisi kepala sebaiknya lebih rendah dari jantung, atau bisa juga dengan memberi bantal pada kaki dengan kepala sejajar dengan tubuh.
  4. Mengoleskan salep Beberapa salep yang ada mengandung bahan aktif untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit gigi. Pereda nyeri dalam bentuk salep seperti benzocaine dapat meredakan nyeri. Namun perlu diingat salep ini tidak cocok untuk anak-anak.
  5. Berkumur dengan air garam Air garam merupakan memiliki antibacterial alami yang dapat mengurangi peradangan. Sehingga melindungi gigi yang rusak dari infeksi. Selain itu berkumur dengan air garam dapat membantu menghilangkan partikel makanan dan hal lain yang terjebak di sela gigi.
  6. Berkumur dengan hidrogren periksoda Ya, H2O2 atau hidrogen periksoda dapat membantu mengurangi plak gigi dan gejala periodontitis. Namun perlu diingat H2O2 harus yang berstandar food-grade dan harus dicampur dengan air dahulu. Metode ini tidak cocok untuk anak kecil karena kemungkinan besar tertelan dan berbahaya.
  7. Cengkeh Eugenol yang merupakan kandungan utama dari cengkeh dapat mengurangi rasa sakit. Menurut laporan atas uji klinis mengindikasikan bahwa orang yang menggunakan eugenol pada gigi geraham yang habis dicabut merasakan rasa sakit dan peradangan yang lebih rendah daripada yang tidak. Eugenol bertindak sebagai analgesic yang memati rasakan area tertentu.

Sebaiknya segera pergi ke dokter gigi keesokan paginya untuk mendapatkan perawatan supaya sakit gigi tidak kambuh-kambuh lagi. Tenang sakit gigi juga dicover oleh BPJS Kesehatan silahkan kunjungi faskes pertama dan tanyakan kapan jadwal dokter giginya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi