Menyedihkan, Dampak HIV Pada Kelompok Transgender

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kelompok transgender merupakan yang paling parah terinfeksi HIV. Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda memberikan gambaran bagaimana dampak HIV pada kelompok transgender di seluruh penjuru dunia, baik transfeminine atau transmasculine.

Hasil analisa yang diterbitkan pada 1 Desember di jurnal PloS One, yang menganalisa data dari 98 studi yang dilakukan pada 34 negara memberikan estimasi prevalensi HIV sekitar 20 persen bagi transfeminine dan sekitar 3 persen bagi transmasculine.

Penemuan ini mengonfirmasi bahwa transfeminine memiliki resiko yang tinggi akan HIV dan dengan data yang diperoleh dalam subjek yang lebih banyak dan lebih luas area geografinya dibandingkan penelitian-penelitian sebelumnya.

Menurut Sarah E. Stutterheim, Ph.D. yang merupakan peneliti utama dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa penelitian tersebut memberikan meta-analysis pertama yang memberikan estimasi bagi dunia bagaimana dampak HIV pada transmasculine.

Komunitas Transgender di Amerika Latin dan Sub-Sahara Afrika Terdempak Paling Besar.

Penelitian menganalisa data dari berbagai sudut dunia antara lain Afrika, Asia, Eropa, Oceania, Amerika. Prevalensi HIV di Amerika Latin sekitar 26 persen dan di sub-Sahara Afrika sekitar 30 persen.

Ketidaksetaraan Layanan Kesehatan

Mallery Jenna Robinson, seorang advokat bagi transgender di Los Angeles, menjelaskan bahwa prevalensi yang tinggi pada transgender disebabkan oleh masalah layanan kesehatan yang tidak memberikan ruang yang aman bagi para transgender.

Stigma masyarakat kepada para transgender masih terasa misoginis, hal ini juga hinggap dalam cara petugas kesehatan dalam melayani para transgender. Diperlukan edukasi yang lebih bagi para tenaga kesehatan, sebab jika tidak segera ditangani maka lingkaran setan ini tidak akan hilang.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi