Awas Gen Gelap Penyebab Schizophrenia!

Schizophrenia dan gangguan bipolar merupakan penyakit mental yang parah dan menetap, akibat dari masalah mental ini dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan dan biasanya menurunkan kualitas hidup seseorang.

Schizophrenia mengganggu cara orang berpikir dan bertindak yang menyebabkan terjadinya psikosis, yang memicu halusinasi dan delusi.

Gangguan bipolar melibatkan dua kutub mood yang ekstrim, depresi dan mania. Kondisi ini juga dapat memicu terjadinya psikosis sehingga menyulitkan para psikiater untuk membedakannya dengan schizophrenia.

Dua kondisi tersebut sangat mungkin untuk diturunkan. Penelitian mengenai orang kembar menemukan bahwa faktor genetik mempengaruhi sekitar 70% tendensi seseorang untuk memiliki gangguan bipolar dan schizophrenia. Faktor lingkungan menyumbang sekitar 30%.

Tingginya kemungkinan untuk diturunkan inilah yang masih menjadi teka-teki bagi para peneliti sebab prevalensinya tetap berada di sekitar 1% di seluruh dunia.

Biasanya, jika ada gen tertentu yang menekan dan membatasi kemampuan individu dalam menghasilkan keturunan yang sehat maka akan tereliminasi melalui seleksi alam dan menghilangkan gen itu dari populasi. Proses eliminasi ini disebut dengan reproductive fitness.

Satu penjelasan kenapa gen yang menyebabkan schizophrenia dan bipolar ini tetap ada dikarenakan menaikkan angka reproductive fitness seseorang, sebagai contoh orang memiliki keahlian tertentu yang tidak dimiliki oleh rata-rata orang.

Menurut hipotesis tersebut, mutasi genetik pada evolusi manusia terjadi relatif baru, sehingga memungkinkan spesies manusia untuk mengembangkan kemampuan kognitif yang unik, namun harus dibayar dengan naiknya resiko mengalami psikosis.

Walau begitu, penelitian genetik untuk menguji hipotesa ini belum memberikan hasil yang konklusif.

Gnome Gelap

Teka-teki lainya ialah semua varian gen yang menaikkan resiko terjadi schizophrenia hanya sekitar 7% dari total resiko.

Menurut ahli genetik dari University of Cambridge menjalaskan bahwa permasalahn utamanya adalah kita mencari gen yang menyebabkan penyakit itu di tempat yang salah.

Para ahli dari Cambridge itu menyakini bahwa sebagian besar gen yang menyebabkan psikosis terdapat di gen konvensional, yang mana mempunyai 1-2 persen gnome manusia atau yang dikenal dengan dark gnome atau gnome gelap.

Para ahli genetik di Cambridge dan di berbagai tempat baru-baru ini menemukan bahwa terdapat kemungkinan adanya gen yang tersembunyi dan susah untuk melakukan sekuensinya.

Para peneliti tersebut menyebut gen tersembunyi ini dengan nama “novel open reading frames” atau nORFs. Penelitian ini dipublikasikan pada Molecular Psychiatry.

Database genome tersembunyi itu disebut PsychENCODE yang mengidentifikasi 56 nORFs yang dikaitkan dengan schizophrenia dan 40 nORFs yang dikaitkan dengan bipolar.

Peneliti memperkirakan jika gen tersembunyi itu diidentifikasi maka akan memainkan peran penting bagaimana gen membangun otak.

Perkiraan lainnya bahwa kemampuan kognitif manusia yang unik menaikkan reproductive fitness.

Walau begitu masih ada faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya schizophrenia.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi