Yuk Cari Tahu Apa Itu Autisme

Dulu, dokter ketika mendiagnosa autisme membaginya ke dalam empat tipe kondisi. Nah, kiwari ini para dokter mengklasifikasikan autisme menjadi kategori umum dengan tiga level yang lebih spesifik, sehingga memudahkan dalam memenuhi kebutuhan orang dengan autisme.

Sebelum 2013, tenaga kesehatan membagi autisme ke dalam empat kategori:

  • autism spectrum disorder (ASD)
  • sindrom Asperger
  • gangguan disintegrasi ketika kanak-kanak
  • gangguan perkembangan pervasif yang belum dapat ditentukan

Namun sekarang, sebagaimana merujuk pada American Psychiatric Association memperbaharui pengkategorian tersebut yang tertuang dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Dari pembaharuan ini empat tipe tersebut masuk ke dalam kategori luas ASD atau autisme.

Apa Itu Autisme?

Autisme merupakan kondisi yang memengaruhi perilaku dan komunikasi seseorang. Autisme dalam pengkategorian terkini merupakan variasi potensi perbedaan kemampuan dan keahlian seseorang. Perbedaan tersebut seringkali nampak sejak balita dan dapat mempengaruhi fungsi sehari-hari.

Orang dengan autisme dapat mengalami beberapa hal ini:

  • kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain
  • memperlihatkan perilaku yang berulang-ulang
  • kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari

Biasanya tanda-tanda autisme sudah nampak ketika usia menginjak dua tahun. Selain itu, anak laki-laki akan memiliki resiko tiga hingga empat kali lebih besar dari anak perempuan. Namun beberapa ahli tidak setuju mengenai angka resiko tersebut.

Menurut National Institute of Mental Health, tanda-tanda atau gejala awal mengenai ASD sebagai berikut:

  • sedikit melakukan interaksi kontak mata
  • tidak memperlihatkan atau membagi kesenangan terhadap objek pada orang lain
  • tidak merespon atau terlambat merespon jika seseorang memanggilnya
  • susah untuk diajak mengobrol
  • sering kali membicarakan secara panjang hal yang diminatinya tanpa memperdulikan apakah orang lain juga tertarik mengenai hal itu
  • ekspresi wajah, gerak dan gestur yang berbeda dengan yang diucapkan
  • memiliki tone suara yang seperti robot atau seperti sedang melantunkan lagu
  • kesulitan dalam memahami orang lain

Walaupun begitu kemungkinan orang dengan autisme memiliki kemampuan atau keahlian yang bisa dianggap kelebihan, meliputi:

  • daya ingat yang tinggi
  • memiliki wawasan lebih mengenai topik tertentu
  • memiliki motivasi yang tinggi pada aktivitas tertentu
  • memiliki keakurasian dalam menjalan tugas
  • inovatif dalam memecahkan masalah
  • sangat mendetail
  • kemampuan untuk mengikuti instruksi secara tepat
  • memiliki keahlian dalam bidang kreatif
  • memiliki cara pandang terhadap dunia yang unik
  • cenderung tidak menghakimi, jujur dan loyal
  • memiliki sense of humor yang berbeda

Dokter ketika mendiagnosa autisme akan merekomendasikan untuk dilakukan terapi sedini mungkin. Dengan terapi sedini mungkin akan mengurangi kesulitan yang dihadapi oleh penderita. Berikut beberapa hal yang biasanya direkomendasikan:

  • terapi pengembangan dan pendidikan
  • terapi perilaku
  • terapi komunikasi
  • terapi menggunakan obat untuk mengurangi masalah kesehatan mental
  • psikoterapi
  • diet dengan makanan tertentu

Perlu diperhatikan bahwa ASD atau autisme merupakan spektrum yang luas, oleh karena itu tiap individu yang terdiagnosis ASD akan mengalami gejala atau tanda dan kemampuan yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi