Penyakit Jantung dan Pikun yang Menyerang Paruh Baya

Jantung yang bermasalah menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya.

Penelitian baru-baru ini, yang dipublikasikan pada jurnal Neurology, menyatakan bahwa perempuan paruh baya yang memiliki masalah jantung, memiliki resiko yang lebih tinggi penurunan kemampuan kognitif dibandingkan laki-laki.

Perbedaan Jenis Kelamin

Laki-laki dan perempuan cenderung memiliki masalah kesehatan pada tahapan umur tertentu. Sebagai contoh, laki-laki paruh baya umumnya memiliki resiko lebih tinggi terkena, hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi dibandingkan laki-laki yang berusia muda.

Laki-laki juga cenderung memiliki resiko terkena penyakit hati. Di sisi lain, perempuan paruh baya memiliki resiko yang lebih tinggi terkena stroke dibandingkan laki-laki pada usia yang sama.

Berbagai penelitian menemukan kaitan antara usia paruh baya dengan masalah jantung dan kemungkinan terjadinya demensia atau pikun. Beberapa studi juga menemukan kaitan antara masalah jantung dan penurunan kemampuan kognitif pada usia paruh baya.

Walau demikian, masih sedikit penelitian yang mengaitkan antara kondisi kesehatan jantung dan kognitif dan membandingkannya antar jenis kelamin.

Penelitian

Peneliti dari Mayo Clinic di Rochester, Amerika, mencari tahu khususnya mengenai kaitan antara masalah jantung dan penurunan kemampuan kognitif pada usia paruh baya dan apakah ada perbedaannya pada laki-laki dan perempuan.

Menurut peneliti Michelle M. Meike, Ph.D, profesor pada Epidemiology and Neurology di Mayo Clinic dan juga anggota American Academy of Neurology, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam usia paruh baya masalah jantung dan faktor-faktor resiko yang dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun, tingkat kerterkaitan berbeda antar jenis kelamin.

Penelitian yang didanai oleh National Institute of Health (NIH) dan GHR Foundation. Jumlah partisipan 1.857 dengan rentang usia 50-69 tahun yang mana tidak memiliki tanda-tanda demensia pada mulainya penelitian.

Para partisipan dievaluasi setiap 15 bulan dan dilakukan selama tiga tahun. Evaluasi ini meliputi daya ingat, komunikasi, fungsi eksekutif dan kemampuan visiospatial.

Hasil Penelitian

Para peneliti menemukan bahwa laki-laki memiliki resiko masalah jantung lebih besar dibandingkan perempuan, sedangkan perempuan cenderung memiliki resiko yang lebih besar mengalami penurunan kemampuan kognitif.

Selain itu penelitian tersebut juga menemukan bahwa perbedaan resiko penyakit jantung mempengaruhi area kognitif tertentu yang juga berbeda antara laki-laki dan perempuan. Diabetes,m penyakit jantung dan hipertensi diasosiasikan dengan penurunan kemampuan komunikasi dan berbahasa pada perempuan. Sedangkan gagal jantung diasosiasikan dengan penurunan kemampuan berbahasa dan komunikasi pada laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi