Putus Hubungan Bikin Cepat Mati

Data-data yang diperoleh oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa laki-laki dewasa yang mengalami perceraian atau putus hubungan dengan pasangannya sering kali membuat kesehatannya menurun dan dikaitkan dengan naiknya resiko kematian.

Putus atau bercerai seringkali membuat laki-laki memilih untuk hidup sendiri, hidup sendiri yang kemudian memicu perasaan kesepian cenderung membuat urusan kesehatan menurun.

Menurut penelitian, terdapat kaitan antara isolasi sosisal dengan tingginya tingkat peradangan. Walaupun penelitian mengenai hal tersebut masih sedikit dan belum menelisik efek jangka panjang kesepian.

Di dunia Barat tren orang untuk hidup sendiri meningkat, para ilmuwan berupaya untuk memahami dampak apa saja yang diakibatkan oleh ketersendirian itu.

Baru-baru ini peneliti di Denmark melakukan penelitian mengenai hubungan dari perceraian atau putus hubungan, hidup sendiri dengan naiknya peradangan di laki-laki. Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Epifemiology & Community Health.

Prof. Rikke Lund, peneliti dari University of Copenhagen yang juga peneliti utama dari penelitian di atas. Prof. Lund menjelaskan bahwa naiknya tingkat peradangan dikaitkan dengan naiknya resiko kematian yang berasal dari penyakit kronis.

Peradangan Sebagai Tanda

Peradangan merupakan cara tubuh untuk mempertahankan dirinya dari racun, cedera dan infeksi. Peradangan yang aku dapat bertahan beberapa jam bahkan hari. Peradangan kronis yang menetap dapat memicu sel darah putih untuk menyerang bagian tubuh yang sehat.

Interleukin 6 (IL-6) dan C-reactive protein (CRP) merupakan dua molekul yang terlibat dalam respon peradangan. Tingginya IL-6 dan CRP menunjukkan masalah kesehatan yang serius, seperti naiknya resiko gagal jantung, penurun kualitas kesehatan dan penurunan aspek kognitif serta naiknya resiko kematian.

Limitasi Penelitian

Salah satu keterbatasan dalam penelitian yang dipimpin oleh Prof. Lund adalah rentang penelitian yang lama 26 tahun. Dalam proses penelitian tersebut terdapat kemungkinan bias yang diakibatkan para partisipan tidak mau lagi terlibat dalam penelitian.

Perlunya dilakukan lebih lanjut dengan sebisa mungkin menghindari bias. Selain itu dampak perceraian pada anak juga perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan perceraian orang tua dengan kesehatan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi