Transplantasi Menggunakan Jantung Babi Berhasil Dilakukan

Baru-baru ini University of Maryland School of Medicine (UMSOM) melakukan transplantasi jantung yang telah dilakukan modifikasi genetik pada seorang laki-laki paruh baya dari Baltimore, Amerika Serikat.

Menurut UMSOM, prosedur transplantasi yang dilakukan merupakan hal yang baru, sebab jantung yang digunakan adalah jantung babi yang telah dimodifikasi supaya tubuh manusia tidak menolak atau menyerang jantung baru tersebut.

Dr. Bartley P. Griffith, direktur Cardiac and Lung Transplant Programs yang juga mengemban keprofesoran pada Thomas E. and Alice Marie Hales of Transplant Surgery di UMSOM, yang juga salah satu ahli bedah yang melakukan transplantasi tersebut.

Dia percaya bahwa transplantasi dengan cara baru ini akan memberikan kesempatan bagi individu yang membutuhkan organ baru tanpa harus menunggu pendonor jantung.

Xeno-transplantasi

xenotransplantasi merupakan proses transplantasi organ atau sel dari non-manusia ke manusia.

Ide mengenai transplantasi lintas spesies ini bukanlah hal yang baru. Penelitian menunjukkan bahwa ide mengenai xenotransplantasi telah ada semenjak abad 17 ketika itu pernah dilakukan transfusi darah dari binatang non manusia ke manusia.

Baru-baru ini, NYU Langone Health melaporkan telah menyelesaikan penelitian lanjutan mengenai transplantasi ginjal dari babi yang telah dimodifikasi. Para peneliti mengamati ginjal tersebut dan diketahui bahwa ginjal tersebut dapat berfungsi selama 54 jam tanpa adanya penolakan dari tubuh manusia.

Dr. Muhammad M. Mohiuddin, profesor bedah dan direktu Cardiac Xenotransplantation Program di UMSOM, yang juga menjadi bagian dari tim bedah tersebut. Pada 2016, dia mempublikasikan penelitiannya yang memuat tentang bagaimana jantung babi yang telah dimodifikasi secara genetik dapat hidup dan berfungsi ketika dimasukkan pada baboon selama 2 tahun.

Dr. Mohiuddin dan timnya menggunakan organ dari babi yang telah dimodifikasi supaya menghindari penolakan dari tubuh yang hendak di transplantasi. Selain itu tim peneliti tersebut mengembangkan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh untuk tidak menyerang organ baru tersebut.

Dr. Griffin dan Dr. Mohiuddin beserta tim selama 30 tahun terakhir ini mencoba memformulasikan teknik bedah untuk xenotransplantasi yang dilakukan pada operasi yang berjalan sukses tersebut.

Pasien Pertama

David Bennet, 57 tahun asal Baltimore, Amerika Serikat setuju untuk dilakukan xenotransplantasi pertama pada manusia. Dia masuk rumah sakit akibat arrhytmia, yang menyebabkan detak jantungnya tidak teratur. Dalam kasusnya, David Bennet harus melakukan penggantian jantung untuk menyelamatkan nyawanya.

Pada 31 Desember 2021, FDA badan memberikan izin bagi tim bedah untuk melakukan xenotransplantasi pada David Bennet.

Cara Kerja

Jantung babi yang dipakai oleh tim bedah telah melalui proses modifikasi genetik. Pemilihan jantung babi dikarenakan kemiripan fisik antara jantung babi dengan jantung manusia serta primata lainnya.

Organ tersebut selanjutnya dimodifikasi dengan menghilangkan empat gen babi dan menambah enam gen manusia. Selain itu obat baru yang membantu mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang organ baru tersebut dibuat oleh Kiniksa Pharmaceuticals.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi