Usia Retina Mata Dapat Menjadi Tanda Kematian

Setiap orang yan rutin melakukab chek-up mata pasti familiar dengan retinal imaging. Sebuah alat dengan kamera khusus yan mengambil gambar pembuluh-pembuluh darah yang ada di mata.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesehatan retina dapat menjadi penanda apakah seseorang memiliki diabetes dan masalah penyakit jantung.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada British Journal of Ophthalmology menyatakan bahwa tenaga kesehatan dapat menggunakan fotografi retina untuk memprediksi resiko kematian. Pada penelitian ini, peneliti dari China, Australia dan Jerman menggunakan deep learning untuk menganalisa umur retina berdasarkan foto yang disebut fundus yang berada di mata.

Dr. Howard R. Krauss, Ahli bedah neuro-ophthamologist dan profesor ophthalmology and neurosurgery pada Saint John’s Cancer Institute pada Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California menyatakan bahwa penelitian tersebut mendemonstrasikan aplikasi penggunaan artificial intellegence (AI) yang dipadukan dengan deep learning untuk menelisik hubungan antara usia mata dengan usia sebenarnya sebagai indikator resiko kematian.

Retina Age Gap

Penelitian memfokuskan pada “retinal age gap” atau perbedaan usia retina dengan usia sebenarnya. Dalam penelitian tersebut data dari 35.913 orang yang diperoleh dari UK Biobank. Usia rata-rata partisipan dalam penelitian tersebut adalah 52.6 tahun dan rentang usia ketika dimulainya penelitian 40-69 tahun. Para peneliti mencari tahu tingkat kematian dalam kelompok tersebut selama 11 tahun. Selama penelitian sebanyak 1.871 orang atau sekitar 5.21% meninggal dunia.

Orang dengan usia retina yang lebih tua dibandingkan usia sebenarnya atau menggunakan usia kronologis maka akan naik resiko kematian akibat hal tertentu. Resiko semakin naik jika perbadaan antara usia retina dan usia sebenarnya tinggi.

Penyebab Naiknya Kematian

Resiko kematian dikaitkan dengan retinal age gap pada kasus tertentu, terkecuali kasus dengan penyakit jantung dan kanker. Sebab kondisi tersebut memiliki resiko kematian yang sangat tinggi hingga 71.6%. Penyakit lain seperti demensia yang dikaitkan erat dengan usia retina yang lebih tua, untuk kondisi tersebut resiko kematian sekitar 49-67% lebih tinggi bagi yang memiliki usia retina lebih tua dibanding usia kronologis.

Untuk penyakit jantung dan kanker terdapat peningkatan sekitar 3% setiap satu tahun perbedaan usia antara usia retina dan usia kronologis.

Namun perlu diingat bahwa penelitian tersebut memiliki limitasi. Pertama penelitian ini bersifat observasi bukan longitudinal. Kedua para partisipan adalah sukalerawan dan 93% merupakan orang kulit putih, sehingga penelitian ini tidak dapat diaplikasikan pada seluruh populasi.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi