Vaksin Covid-19 Bikin Mandul?

Dalam hal vaksinasi Covid-19 keamanan menjadi isu utama yang menentukan apakah seseorang mau untuk divaksinasi atau tidak. Salah satu isu utama yang santer mengenai vaksin yang dapat membuat mandul atau tidak subur. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa terdapat data yang terbatas mengenai kaitan antara vaksin Covid-19 dengan kesuburan pada perempuan. Jika mengenai kesuburan pada laki-laki buktinya sangat lemah.   Untuk mengisi celah ini, para peneliti mengambil data dari penelitian prekonsepsi kelompok berbasis internet yang disebut dengan Pregnancy Study Online atau disingkat PRESTO. Dalam penelitian tersebut terdapat 2.126 partisipan dari Desember 2020 hingga November 2021. Para partisipan berasal dari Amerika Utara, Amerika Serikat dan Kanada dan kesemuanya berusia antara 21 hingga 45 tahun yang sedang berusaha untuk hamil tanpa perawatan kesuburan. Para peneliti memberikan partisipan sebuah pilihan apakah ingin mengikutkan pasangan laki-lakinya atau tidak. Semua partisipan telah menyelesaikan seluruh kuisioner yang memuat tentang informasi sosial demografi, gaya hidup dan riwayat medis. Para perempuan yang terlibat diberikan kuisioner setiap delapan minggu selama satu tahun. Data yang diambil dari PRESTO menunjukkan bahwa tingkat kesuburan pada partisipan perempuan yang menerima vaksinasi Covid-19 minimal satu dosis menunjukkan tingkat yang hampir sama dibandingkan partisipan yang tidak melakukan vaksinasi. Hasilnya juga sama pada pasangan laki-lakinya. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak memiliki dampak terhadap tingkat kesuburan seseorang. Penelitian ini juga meneliti tentang hubungan vaksinasi, infeksi Covid-19 dengan kesuburan pada pria. Walaupun para peneliti tidak menemukan kaitan antara vaksin Covid-19 dengan kesuburan laki-laki, namun peneliti menemukan kaitan antara infeksi Covid-19 dengan penurunan kesuburan pada laki-laki. Peneliti menyatakan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa demam mempengaruhi konsentrasi dan motility sperma. Sebagaimana diketahui bahwa tanda atau gejala Covid-19 adalah demam, yang mana hal ini memicu penurunan kualitas sperma. Penelitian Lanjutan Penelitian tersebut masih sangat terbatas mengingat bahwa para-partisipan mengisi kuisioner tanpa ada bukti bahwa mereka sudah atau belum melakukan vaksinasi. Selain itu jika partisipan perempuan menolak untuk mengikutsertakan pasangan laki-lakinya maka, data hanya bersumber dari pihak permpuan. Penelitian ini perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan, supaya dikemudian hari data mengenai efek vaksin pada kesuburan dapat diketahui lebih jelas.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi