Suplemen Bisa Mencegah Infeksi?

Sistem imun merupakan sebuah sistem jaringan yang terdiri dari sel-sel tubuh, organ dan protein. Sistem ini bekerja melindungi tubuh dari racun maupun patogen seperti virus maupun bakteri.   Ketika sistem imun bekerja secara optimal, maka tubuh akan terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun racun. Jika sistem imun tidak bekerja secara optimal maka tubuh menjadi rentan penyakit hingga luka sukar untuk sembuh. Berbagai macam vitamin dan mineral yang sering disebut sebagai mikro-nutrisi merupakan hal penting bagi sistem imun. Terdapat berbagai macam mikro-nutrisi yang penting bagi sistem imun, beberapa di antaranya yang dianggap penting sebagai berikut:
  • vitamin A
  • vitamin B kompleks
  • vitamin C
  • vitamin D
  • vitamin E
  • zat besi
  • zat zinc/seng
  • zat tembaga/copper
Idealnya, tubuh mendapatkan mikro-nutrisi dari makanan sehat yang dikonsumsi, namun hal ini sulit. Oleh karenanya banyak orang di seluruh dunia yang mengalami kekurangan nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan salah satu saja dari mikro-nutrisi dapat memicu sistem imun tidak optimal dalam bekerja. Banyak faktor yang dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi seperti stres dan infeksi. Sedangkan semakin usia bertambah maka kebutuhan mikro-nutrisi semakin naik. Orang berusia 50 tahun ke atas cenderung membutuhkan nutrisi tertentu lebih banyak seperti vitamin D, vitamin B kompleks dan kalsium. Suplemen dan Sistem Imun Untuk memenuhi kebutuhan sistem imun akan nutrisi, dapat dipenuhi dengan pola makan yang sehat dan mengonsumsi multivitamin yang mengandung zat aktif atau nutrisi utamanya sebagaimana anjuran konsumsi harian dari setiap nutrisi. Perlu diperhatikan banyak suplemen-suplemen seperti suplemen vitamin C yang sebenarnya komposisi zat aktifnya jauh dari yang tertera. Seperti anjuran peneliti bahwa konsumsi vitamin C dalam sehari sekitar 200 mg. Sebuah penelitian tahun 2017 yang dimuat dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa kekurangan vitamin C dalam tubuh dapat menyebabkan pelemahan sistem imun dan menaikkan resiko terjadinya infeksi. Walaupun vitamin C tidak dapat mencegah influenza dalam populasi secara umum. Namun vitamin C dapat membantu mengurangi gejala dan keparahan dari influenza. Dalam sebuah penelitian dari tahun 2018 menemukan bahwa dengan menaikkan konsumsi vitamin C dapat membantu mengurangi lamanya influenza hingga setengah hari. Sedangkan vitamin D berperan penting dalam menjaga sistem imun tetap kuat sehingga tubuh dapat melawan bakteri atau virus. Beberapa uji coba menemukan bahwa suplemen vitamin D dengan dosis 10 mcg atau 400 IU (International Unit) dapat membantu mencegah influenza. Penelitian lain menemukan bahwa vitamin D dapat digunakan untuk treatment yang mengurangi infeksi pernapasan, terutama bagi yang mengalami kekurangan vitamin D. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D mengakibatkan menaikkan angka untuk dirawat di rumah sakit akibat Covid-19. Banyak ahli yang percaya bahwa kebutuhan harian vitamin D adalah 600 IU atau 5 microgram untuk orang berusia 70 tahun ke bawah dan 800 IU atau 20 mcg untuk rang di atas 70 yang mengalami masalah di sistem imun. Kesimpulan Dari berbagai penelitian yang dikutip diatas masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana suplemen memberikan kontribusi langsung bagi kekuatan sistem imun tubuh untuk mampu mencegah virus atau penyakit. Untuk masalah suplemen agar terhindar Covid-19 atau infeksi lainnya belum ada cukup bukti untuk hal itu. Namun peneliti menyarankan tetap mengonsumsi suplemen jika tubuh memang kekurangan nutrisi jika hanya mengandalkan asupan dari makanan saja.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi