Sudah Tahukah Sejarah Cacar?

Smallpox atau cacar merupakan penyakit menular yang menghantui manusia selama ribuan tahun. Penyakit ini akan memunculkan gejala sekitar 10 hingga 14 hari setelah tubuh terinfeksi. Ketika virus masuk dan mengalami masa inkubasi seseorang yang terinfeksi biasanya tidak ada gejala sama sekali dan tidak dapat menularkan ke orang lain.   Ketika masa inkubasi sudah dilalui akan muncul gejala-gejala seperti influenza dan hal ini biasanya terjadi secara tiba-tiba. Beberapa tanda dan gejala yang muncul akibat infeksi dari variola virus ini seperti:
  • panas tinggi
  • kelelahan
  • pusing
  • nyeri punggung
  • ruam dengan luka berwarna merah
Jika sudah terinfeksi oleh penyakit ini tidak ada obat yang dapat mengobati. Akan tetapi terdapat obat-obat yang hanya membantu mengatasi gejala. Sebelum vaksin ditemukan oleh penyakit ini bisa dibilang menghancurkan manusia. Menurut sejarahnya munculnya cacar diyakini pada 10.000 sebelum Masehi. Menurut peneliti, mumi kepala dari Firaun Ramses V yang diperkirakan meninggal pada 1.156 sebelum Masehi. Di Asia sendiri cacar dideskripsikan di Cina pada 1.122 sebelum Masehi, dan disebut pula pada teks Sanskrit kuno di India. Cacar sebelum ditemukannya vaksin merupakan penyakit yang bisa dibilang mengerikan. Rata-rata tiga dari 10 orang meninggal akibat penyakit ini. Usaha pertama untuk mengontrol penyakit ini dengan metode variolatin, yang mana diambil dari nama virus penyebab cacar. Selama variolation, seseorang yang berlum pernah terinfeksi penyakit ini akan dipaparkan dengan luka cacar (pustules) dengan cara di garukkan pada lengan atau dihirup.   Setelah proses itu, biasanya akan muncul gejala yang mirip dengan cacar, seperti panas dan ruam. Namun lebih sedikit orang yang meninggal akibat proses ini dibandingkan mereka yang terinfeksi secara alami. Pada tahun 1796, Edward Jenner, seorang dokter berkebangsaan Inggris, menemukan cara yang lebih aman yaitu menggunakan cacar-sapi atau cowpox. Pada 1801 mempublikasikan risalah yang berjudul On the Origin of the Vaccine Inoculation”. Pemberantasan Cacar Pada 1967 WHO menginisiasi pemberantasan cacar secara global. Imunisasi besar-besaran dibarengi dengan pengawasan hingga bertahun tahun. Pada 1977 merupakan kasus terakhir cacar ini yang diketahui berada di Somalia. WHO pada 1980 menyatakan bahwa cacar atau smallpox sudah berhasil dihilangkan di muka bumi, menjadi penyakit menular pertama yang berhasil berhasil diberantas. Untuk laporan lengkapnya silahkan kunjungi link ini. Walaupun cacar sudah berhasil dihilangkan, para peneliti tetap melakukan penelitian terhadap variola virus. Para peneliti sepakat untuk mengurangi stock virus ini dan mengurangi jumlah laboratorium yang menyimpannya di empat lokasi Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet dan Afrika Selatan. Namun pada 1984, Inggris dan Afrika Selatan memusnahkan stock sehingga hingga saat ini hanya ada dua laboratorium yang menyimpan stock virus ini, yaitu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika dan the State Research Center of Virology and Biotechnology (VECTOR Institute) di Rusia.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi