Penyakit Polio Sudah Musnah!

Bagi kamu generasi baby boomer maupun generasi milenial ke sini. Penyakit polio sudah tidak terdengar. Kalaupun dengar kata polio mungkin dari vaksin polio yang wajib diberikan bagi bayi yang baru lahir. WHO sendiri pada 2018 menyatakan bahwa polio sudah berhasil dilenyapkan.

Apa Itu Polio?

Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit menular dari poliovirus yang menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Polio dapat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, hanya kontak kasual dengan penderita polio dapat menyebabkan penularan.

Ketika seseorang terinfeksi polio biasanya tidak menampakkan gejala secara langsung. Ketika gejala muncul maka akan dibedakan ke dalam dua jenis polio.

Jenis pertama yang disebut non-paralytic polio atau abortive poliomyelitis merupakan tipe polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan, gejala-gejala polio tipe ini sebagai berikut:

  • demam
  • sakit tenggorokan
  • pusing
  • muntah
  • lemas
  • sakit pada punggung dan leher
  • lengan dan kaki yang kak
  • otot kaku dan kejang
  • meningitis, infeksi membran otak

Jenis kedua adalah paralytic polio merupakan tipe polio yang berbahaya. Namun tipe ini hanya terjadi pada satu persen kasus dari total kasus polio. Polio tipe ini terjadi ketika virus memasuki saraf motorik yang kemudian mereplikasi diri kemudian menghancurkan sel-sel saraf. Sel-sel motorik ini berada pada sumsum tulang belakan dan batang otak, yang mana merupakan dua hal itu bertanggung jawab atas fungsi motorik.

Gejala-gejala paralytic polio ketika pertama muncul mirip dengan non-paralytic. Namun ketika semakin berlanjut akan muncul gejala-gejala yang parah seperti:

  • kehilangan reflek otot
  • otot terasa sakit dan kejang
  • kehilangan fungsi lengan dan kaki

Jenis ini kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa sub-jenis:

  • spinal polio, terjadi ketika virus menyerang saraf motorik di sumsum tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan di kaki, lengan dan memunculkan masalah kesulitan bernafas.
  • Bulbar polio, ketika virus menyerang saraf yang bertanggung jawab pada fungsi pengelihatan, perasa, menelan dan bernafas.
  • Bulbospinal polio, virus menyerang dua hal di atas.

Iron lungs in a polio ward, undated.

Komplikasi Paska Polio

Paska polio telah hilang hampir 64 pasien yang sembuh bertahun-tahun kemudian mengalami gejala-gejala seperti:

  • sendi dan otot yang sakit, semakin lama semakin parah
  • penyusutan otot
  • kelelahan tanpa ada penyebab
  • kesulitan bernafas dan menelan
  • merasa sakit ketika terpapar suhu dingin
  • kesulitan untuk tidur
  • depresi dan mood yang berubah-ubah

Vaksin

Pada 1953 Jonas Salk seorang ilmuwan dari Amerika Serikat berhasil menemukan vaksin polio pertama. Vaksin ciptaanya itu dinilai sangat manjur dan efektif dalam menangkal poliovirus. Vaksin polio ini tidak dipatenkan olehnya. Oleh karena itu upaya penanggulangan polio di seluruh dunia menjadi lebih murah dan lebih cepat.

Pada satu wawancara ketika ditanya kenapa tidak mematenkan vaksin polio, dengan lugas Salk menjawab “…There is no patent. Could you patent the sun?”

Terdapat dua macam vaksin untuk polio inactivated poliovirus (IPV) dan oral polio vaccine (OPV). IPV diberikan ketika bayi berusia dua bulan dengan cara disuntikkan dan kemudian dilakukan kembali ketika anak berusia 4 hingga 6 tahun. Vaksin ini dibuat dari virus polio yang sudah matikan dahulu.

OPV dibuat dari virus yang sudah dijinakkan terlebih dahulu. Vaksin ini yang paling banyak digunakan di seluruh dunia sebab harga murah, mudah diberikan karena cukup diteteskan ke mulut dan manjur.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi