Sudah Tahu Leukemia Itu Apa?

Leukemia merupakan penyakit genetik sebab penyakit ini berkaitan dengan DNA seseorang. DNA adalah material yang membawa informasi genetik yang menentukan pertumbuhan seseorang seperti tinggi badan, warna kulit, warna mata dan sebagainya.

Leukemia terjadi ketika terdapat mutasi DNA pada sel-sel sumsum tulang. Hal ini menyebabkan perkembangan sel yang abnormal di darah dan sumsum tulang. Sel leukimia dapat mencegah sumsum tulang belakan untuk menghasilkan sel-sel yang sehat.

Mutasi yang terjadi tidak selalu merupakan penyakit turunan. Seseorang dapat mewarisi perubahan sel DNA dari kedua orang tua. Namun biasnya mutasi DNA yang menyebabkan leukemia terjadi bukan karena faktor keturunan.

Kadang, orang tua juga dapat menurunkan mutasi genetik ini pada anaknya, sehingga resiko anak untuk memiliki penyakit ini menjadi tinggi.

Faktor lain yang memiliki andil atas munculnya penyakit ini seperti lingkungan, paparan zat kimia berbahaya, dan pola hidup. Walaupun sebagian besar kasus leukemia terjadi akibat sesuatu yang belum jelas.

Salah satu tipe leukemia yang disebut acute myeloid leukemia (AML) merupakan tipe yang dapat diwariskan karena mengubah gen CEBPA.

Faktor Resiko Leukemia

  • Genetik

    Leukemia merupakan penyakit genetik yang disebabkan oleh perubahan genetik. Orang dapat memiliki resiko munculnya leukemia akibat genetik yang diwariskan, bisa juga orang mengalami hal ini akibat faktor lingkungan yang memicunya.

    Pada 2019 sebuah penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa gen yang mengalami mutasi, seperti FLT3-ITD dan NRAS, mutasi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki AML-M5, sebuah tipe AML yang menyebabkan pertumbuhan tidak sempurna pada sel-sel darah putih.

  • Sejarah Keluarga

    Memiliki garis keturunan yang dekat, seperti ayah, ibu, adik atau kakak yang memiliki leukemia maka seseorang memiliki resiko mengalami chronic lymphocytic leukemia (CLI).

  • Usia

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebuah jenis leukemia yang disebut acute lymphocytic leukemia (ALL) sering kali menyerang remaja dan anak-anak daripada orang dewasa.

    Sedangkan menurut The American Cancer Society (ACS) memperkirakan bahwa sembilan dari sepuluh orang yang memiliki CLL berusia 50 tahun ke atas.

  • Jenis Kelamin

    Laki-laki nampaknya beresiko lebih tinggi untuk memiliki CLL dibandingkan perempuan. ALL juga cenderung lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan.

  • Paparan Berbahaya

    Paparan terhadap zat atau senyawa yang berbahaya seperti zat kimia atau radiasi dapat meningkatkan resiko seseorang untuk memiliki leukemia.

Kesimpulan

Leukemia mengakibatkan pertumbuhan sel-sel di darah dan sumsum tulang menjadi abnormal. Walaupun leukemia sendiri tidak diturunkan, namun seseorang dapat mewarisi keabnormalan genetik yang kemudian menyebabkan naiknya resiko kanker ini.

Faktor lingkungan dan pola hidup dengan menghindari zat-zat berbahaya terlebih yang bersifat carcinogen adalah hal perlu diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi