Minuman Bersoda Jahat? Siapa Kata!

Minuman bersoda atau lebih tepatnya minuman berkarbonasi merupakan minuman di mana telah diinjeksi dengan gas karbon dioksida. Gas inilah yang menyebabkan minuman jenis ini memiliki gelembung-gelembung kecil.

Ketika karbon dioksida bertemu dengan air maka akan timbul reaksi kimia yang menghasilkan asam karbonik, asam ini tergolong asam lemah yang mana ketika diminum akan terasa sedikit menyengat namun terasa menyegarkan.

Jika diukur dalam skala pH maka minuman berkarbonasi menempati skala 3-4, yang mana tergolong asam. Walau begitu ketika meminum minuman yang asam tubuh akan tetap berada dalam rentang 7.36-7.44.

Merusak Gigi?

Salah satu kekhawatiran mengenai minum berkarbonasi, gigi menjadi rusak akibat paparan asam. Namun menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa minuman berkabonasi hanya lebih sedikit merusak dibandingkan air mineral. Lebih lanjut dalam penelitian lain disebutkan bahwa kandungan gula lah yang merusak gigi.

Kombinasi antara gula dan air berkarbonasi dapat menyebabkan masalah gigi yang serius. Hindari sebisa mungkin minuman yang mengandung gula.

Alangkah baiknya jika kamu habis meminum minuman berkarbonasi yang mengandung gula maka sebaiknya kumur atau bilas dengan air putih.

Mempengaruhi Pencernaan?

Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa air berkabonasi dapat memperbaiki kemampuan menelan seseorang.

Dalam sebuah penelitian, 16 partisipan yang sehat diminta untuk meminum berbagai jenis minuman. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa air berkarbonasi memiliki pengaruh yang kuat atas kemampuan menelan seseorang.

Sebuah penelitian lain dengan partisipan berjumlah 72 orang, meminum air berkabonasi yang dingin dapat membantu kemampuan menelan sebanyak 63%.

Selain soal kemampuan menelan, air berkabonasi ternyata dapat membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit.

Pada sebuah penelitian yang berlangsung selama dua minggu, para partisipan yang mana berusia 40 tahun dan pernah mengalami stroke dan masalah pencernaan dibagi ke dalam dua kelompok. Satu kelompok diminta untuk meminum air berkarbonasi dan kelompok kedua diminta untuk meminum air putih. Hasilnya 58% yang meminum air berkarbonasi mengalami penurunan gejala sembelit.

Pada penelitian lain dengan 21 partisipan yang mengalami penyakit pencernaan serius. Selama 15 hari mereka yang diminta untuk meminum air berkarbonasi mengalami peningkatan kualitas pencernaan.

Mempengaruhi Tulang?

Banyak orang percaya bahwa meminum minuman berkarbonasi dapat berdampak buruk bagi kesehatan tulang karena tingginya tingkat keasaman. Walau begitu penelitian-penelitian yang dilakukan berkata lain.

Sebuah penelitian observasional yang dilakukan pada 2.500 orang lebih menemukan hanya minuman berkabonasi jenis cola yang dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang. Minuman berkarbonasi lain tidak berdampak pada kesehatan tulang.

Kenapa cola saja yang mempengaruhi kesehatan tulang sebab kandungan tinggi fosfor. Akibatnya dari tingginya konsumsi fosfor maka menyebabkan penurunan kalsium, sehingga menyebabkan kepadatan tulang berkurang.

Walaupun begitu pada sebuah penelitian lain, para remaja putri yang mengonsumsi minuman berkarbonasi ditemukan bahwa kepadatan tulang mereka berkurang. Hal ini disebabkan mereka mengganti susu dengan minuman berkabonasi. Sehingga terjadi penurunan konsumsi kalsium.

Kesimpulan

Dari berbagai penelitian di atas minuman berkarbonasi tidak buruk bagi kesehatan tubuh. Hanya saja jika mengonsumsinya tidak berlebihan dan tidak mengganti konsumsi air putih biasa.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi