Vaksinasi Covid-19 Selama Kehamilan Juga Melindungi Bayi

Penelitian terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa perempuan hamil yang telah melakukan vaksinasi covid-19 menunjukkan pengurangan yang signifikan dalam angka perawatan di rumah sakit pada bayi yang dilahirkan akibat covid-19. Ketika menganalisa data dari studi-grup dari 379 bayi berusia di bawah 6 bulan yang dirawat di rumah sakit (176 memiliki covid-19 sedangkan sisanya tidak), penelitian menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang telah melakukan vaksinasi memiliki 61 persen penurunan resiko dirawat di rumah sakit dibandingkan bayi dari ibu yang belum divaksinasi. Peneliti menggarisbawahi bahwa perlindungan yang disebabkan oleh vaksin akan jauh lebih besar jika dilakukan vaksinansi pada akhir kehamilan (21 minggu hingga 14 hari sebelum melahirkan). Bayi yang dari ibu yang divaksin pada akhir kehamilan memiliki kemungkinan 80 persen untuk tidak di rawat di rumah sakit. Sedangkan bayi yang lahir dari ibu yang divaksin pada periode awal kehamilan, kemungkinan bayi tidak dirawat di rumah sakit hanya 32 persen. Dari 176 bayi yang terinfeksi virus, 148 atau 84 persennya terlahir dari ibu yang tidak divaksin selama masa kehamilan. Peneliti menggarisbawahi bahwa 43 kasus bayi dirujuk ke ICU , 88 persennya berasal dari ibu yang tidak divaksin. Oleh sebab-sebab di atas tim peneliti percaya bahwa maternal immunization atau imunisasi pada ibu hamil atau menyusui dapat memberikan perlindungan bagi bayi yang baru lahir, terutama selama 6 bulan pertama kehamilan. Sebuah penelitian yang didanai oleh National Institute of Health (NIH) mempublikasikan hasil penelitian pada 7 Januari 2022 di JAMA Network Open. Dalam penelitian tersebut menemukan bahwa hampir 2.400 perempuan hamil terinfeksi Sars-CoV-2, bagi yang mengalami gejala sedang ke berat maka kemungkinan akan mengalami operasi cesar, operasi lebih dini, mengalami kematian bayi, hingga mengalami masalah tekanan darah tinggi selama kehamilan, pendarahan postpartum atau infeksi lain selain covid-19. Bagi perempuan hamil yang mengalami gejala ringan dan tanpa gejala maka resiko-resiko di atas tidak ditemukan. Penelitian lain yang dipublikasikan pada New England Journal of Medicine pada akhir tahun kemarin menemukan bahwa 4.521 perempuan yang mengalami keguguran tidak berkolerasi dengan vaksinasi covid-19.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi