Obat Penurun Berat Badan Sudah Ditemukan dan Diakui Secara Medis

WHO mendefinisikan kelebihan berat badan dan obesitas sebagai kelebihan lemak yang abnormal yang mengganggu kesehatan tubuh.

Secara global tingkat obesitas sudah mencapai tiga kali lipat sejak 1975 dan terus naik. Pada 2018, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mendefinisikan obesitas jika body mass index lebih dari 30 dan menyatakan bahwa di Amerika Serikat 42,4% orang dewasa memiliki obesitas. Pada 2019, 27% laki-laki dan 29% perempuan di Inggris memiliki obesitas.

Obesitas dianggap berbahaya karena menaikkan resiko:

  • penyakit jantung
  • stroke
  • diabetes
  • kanker

Suntikan Penurun Berat Badan

Banyak orang yang kesusahan dalam mengatur dan menjaga berat badannya. National Institute for Health and Care Excellence (NICE) merekomendasikan suntikan untuk menurunkan berat badan supaya digunakan oleh National Health Service (NHS) Inggris. Namun otoritas kesehatan Inggris belum menyetujui penggunaannya. Namun Food and Drug Administration (FDA) sudah menyetujui penggunaanya sejak tahun lalu.

Obat yang bermerek Wegovy ini mengandung semaglutide, yang mana cara kerjanya meniru hormon glucagon-like peptide-1, yang mana akan keluar setelah seseorang makan. Dengan pengobatan ini, membuat orang merasa kenyang sehingga mereka akan mengurangi konsumsi makanannya.

Pada uji coba yang dilakukan pada 1.961 orang dewasa yang memiliki BMI lebih dari 30 dilakukan dengan menyuntikkan antara semaglutide atau placebo. Uji coba dilakukan dengan metode double-blind, yang mana para peneliti dan partisipan tidak tahu dia berada dalam grup mana.

Penurunan Berat Badan

Hasilnya cukup menjanjikan. Pada grup yang disuntik dengan semaglutide mengalami penurunan berat badan sebesar 14,9% selama 68 minggu uji coba. Sedangkan grup placebo hanya mengalami penurunan sebesar 2,4%.

Namun penggunaan obat ini hanya direkomendasikan pada orang yang mengalami obesitas saja, karena orang yang tidak obesitas dapat menurunkan berat badan dengan cara diet dan olahraga.

NICE merekomendasikan bahwa resep yang diberikan hanya untuk mereka yang memiliki BMI di atas 35 dan memiliki kondisi penyerta seperti hipertensi, diabetes maupun masalah jantung.

Kedepannya

 

Para ahli masih mempertimbangkan penggunaan obat ini dalam jangka panjang bagi orang yang ingin mencapai berat badan ideal. Salah satu partisipan yang mengikuti uji coba mengalami penurunan berat badan hingga 22%, namun ketika obat sudah dihentikan, dia mengalaim kenaikkan berat badan lagi.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi