Ini Kondom Pertama Untuk Anal Sex

Food and Drug Administration (FDA) atau badan POM nya Amerika Serikat sudah memberikan lampu hijau pada kondom yang dapat digunakan secara aman untuk anal sex. Kondom ini dirancang untuk menjaga agar tidak terjadi penularan penyakit seksual baik secara vaginal maupun anal.

Sudah lama, anal sex menjadi perhatian para ahli kesehatan publik, termasuk Centers for Disease and Prevention (CDC) untuk menggunakan kondom ketika melakukannya. Hal ini mengingat HIV dapat mudah menular bagi pasangan baik hetero maupun homo yang melakukan anal sex.

Terlebih bagi pasangan sesama jenis terutama laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, mengingat pasangan sejenis laki-laki paling rentan tertular HIV sebab kebiasan anal sex.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Sexual Health pada 2019 menemukan bahwa lebih dari 1.000 laki-laki yang melakukan hubungan seksual sesama jenis menggunakan kondom selama anal sex.

Tujuh dari sepuluh laki-laki menyatakan bahwa mereka akan menggunakan kondom untuk anal sex yang telah disetujui oleh FDA dan mengampanyekan penggunaannya. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa resiko kerusakan kondom laki-laki sekitar 15%.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada eClinicalMedicine di tahun 2019 yang meneliti tentang keamanan dan efektifitas dari One Male Condom, merk yang telah mendapatkan persetujuan dari FDA, pada 252 laki-laki yang berhubungan sex sejenis serta 252 laki-laki yang berhubungan sex dengan perempuan.

Mengenai kerusakan kondom selama berhubungan sex, kurang 1 persen kerusakan akibat anal sex dan kurang dari 2 persen akibat vaginal sex. Hal ini diduga akibat penggunaan pelumas yang mencapai 98% selama hubungan anal sex dibandingkan 42% selama hubungan vaginal sex.

Ketika para peneliti melihat efek yang ditimbulkan akibat penggunaan kondom, mereka menemukan bahwa pasangan mengalami ketidaknyamanan akibat adanya pelumas dan urinary tract infections, namun persentase munculnya gejala tersebut kurang dari 1%.

Walaupun dalam setudi tersebut tidak secara spesifik membahas tentang pencegahan HIV, studi lain telah menemukan korelasi positif mengenai penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV selama anal sex.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada AIDS menemukan bahwa kondom memiliki kefektifan dalam mencegah HIV hingga 91% dengan peresentase kerusakan kondom sebesar 9 persen.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi